AKTUALITA.CO.ID — Kondisi sarana dan prasarana di SMPN 1 Cileungsi yang berlokasi di Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor menjadi sorotan setelah berbagai kerusakan fasilitas dilaporkan belum kunjung tertangani. Situasi ini dinilai telah mengganggu kegiatan belajar mengajar sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sekolah.
Sejumlah fasilitas utama diketahui mengalami kerusakan, mulai dari kursi belajar yang tidak layak pakai hingga pagar pembatas sekolah yang rusak di beberapa bagian. Kerusakan pagar tersebut dinilai cukup riskan karena membuka peluang bagi pihak luar untuk masuk ke area sekolah tanpa pengawasan.
Tak hanya itu, kondisi sanitasi sekolah juga memprihatinkan. Dari total 11 unit MCK yang tersedia, seluruhnya dilaporkan tidak dapat digunakan secara optimal. Hal ini berdampak langsung pada aktivitas harian siswa, terutama saat jam istirahat.
Bidang Sarana dan Prasarana, Yuki Damayanti membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa keterbatasan fasilitas menjadi salah satu kendala yang cukup serius saat ini.
“Kami memiliki 11 MCK, tetapi saat ini hanya beberapa yang berfungsi dengan baik, sisanya tidak berfungsi dengan baik” ujarnya, Senin (04/05/26).
Akibat kondisi tersebut, siswa terpaksa mengantre dalam waktu lama hanya untuk menggunakan fasilitas toilet. Aini, salah satu siswa, mengungkapkan keluhannya terkait situasi ini.
“Kalau mau ke toilet sering harus antre lama, jadi kurang nyaman,” katanya.
Permasalahan lain yang tak kalah krusial adalah kondisi instalasi listrik di lingkungan sekolah. Pihak PLN bahkan telah memberikan peringatan agar sekolah segera melakukan penggantian instalasi kabel karena dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan.
Namun, dari berbagai persoalan yang ada, kondisi laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menjadi yang paling mengkhawatirkan. Bangunan laboratorium tersebut dilaporkan telah ambruk, sehingga tidak hanya menghentikan kegiatan praktikum, tetapi juga menimbulkan potensi bahaya jika tidak segera ditangani.
Kerusakan laboratorium ini berdampak besar terhadap proses pembelajaran, mengingat praktikum merupakan bagian penting dalam memahami materi IPA secara langsung. Tanpa fasilitas tersebut, siswa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif.
Kondisi ini mencerminkan perlunya perhatian serius dari pihak terkait, khususnya dalam hal perbaikan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan. Sarana dan prasarana yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kualitas pendidikan serta menjamin keamanan dan kenyamanan siswa di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah berharap adanya tindak lanjut segera dari instansi berwenang agar berbagai kerusakan yang terjadi dapat segera diperbaiki. Perbaikan fasilitas dinilai mendesak, terutama pada aspek yang berkaitan langsung dengan keselamatan, seperti instalasi listrik dan bangunan yang rusak.
(Deni Supriadi)









