AKTUALITA.CO.ID— Di tengah rintik gerimis, Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, serta sejumlah anggota DPRD lainnya, turun langsung menemui para demonstran di kawasan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor. Senin (04/05/26).
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan santun.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang hari ini hadir dan menyampaikan aspirasinya dengan cara yang baik, sejuk, dan damai. Ini menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” ujar Rudy di hadapan massa aksi.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait persoalan tambang di wilayah Bogor Barat. Menurutnya, Pemprov Jabar tengah melakukan sejumlah tahapan, termasuk evaluasi terhadap aktivitas pertambangan.
“Kami menghargai langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sedang melakukan evaluasi terhadap beberapa tambang di wilayah barat. Namun kami berharap hasil evaluasi tersebut dapat segera diselesaikan,” jelasnya.
Rudy menegaskan, pemerintah daerah mendorong agar tambang yang telah memiliki izin resmi dapat kembali beroperasi, dengan tetap mengedepankan aspek lingkungan sebagai prioritas utama.
“Kita berharap tambang yang telah memiliki izin segera dibuka, dan kita semua sepakat bahwa lingkungan harus dijaga. Tambang yang berizin juga perlu mendapat kepastian,” tututrnya.
Selain itu, ia juga menyoroti nasib masyarakat yang terdampak aktivitas tambang, khususnya terkait kompensasi dan bantuan sosial yang hingga kini masih dinantikan.
“Ada masyarakat yang terdampak dan masih menunggu kompensasi. Ini juga menjadi perhatian kami dan akan kami teruskan kepada pemerintah provinsi,” ujarnya.
Rudy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengikuti seluruh regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah di atasnya, baik di tingkat provinsi maupun pusat. Ia juga memastikan bahwa setiap aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
“Tugas kami adalah menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Yang menjadi kewenangan kabupaten akan kami selesaikan, dan yang menjadi kewenangan provinsi akan kami sampaikan langsung,” tegasnya.
Terkait kapan tambang akan kembali dibuka, Rudy mengaku optimistis keputusan akan segera diambil. Ia menyebut, Pemprov Jabar telah melakukan berbagai kajian, termasuk bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat.
“Kami melihat respons pemerintah provinsi cukup positif. Mereka tidak tinggal diam, sudah melakukan kajian bersama universitas. Kami berharap dalam waktu dekat akan ada keputusan,” katanya.
Lebih lanjut, Rudy menyoroti pentingnya ketersediaan bahan baku material untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, jika pasokan material terganggu, hal ini dapat menjadi tantangan tersendiri, apalagi di tengah kenaikan harga bahan bakar.
“Pemerintah provinsi dan kabupaten sedang mendorong percepatan pembangunan. Kita membutuhkan bahan baku material. Jika terjadi kelangkaan, sementara harga bahan bakar juga naik, tentu ini menjadi tantangan sendiri,” pungkasnya.
(Retza)









