AKTUALITA.CO.ID – Ribuan masyarakat Bogor Barat yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang, menggelar aksi demonstrasi di kawasan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor. Senin (04/05/26).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus tuntutan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait penutupan aktivitas tambang yang hingga kini belum juga dibuka kembali.
Massa aksi yang sebagian besar merupakan pekerja tambang itu menilai penutupan tambang telah berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk turut mendorong pemerintah provinsi agar segera merealisasikan janji pembukaan kembali tambang.
Koordinator aksi Fadlan menegaskan, kedatangan mereka bukan sekadar untuk menyampaikan aspirasi biasa, melainkan untuk menagih komitmen yang sebelumnya telah disampaikan oleh gubernur.
“Hadir kami ke sini bukan silaturahmi, bukan berkunjung. Kami meminta bukti nyata dari janji Gubernur Jawa Barat. Kami juga meminta Bupati dan Wakil Bupati Bogor untuk memperhatikan masyarakat Bogor Barat,” ujarnya di sela aksi.
Fadlan mengungkapkan, penutupan tambang yang telah berlangsung selama tujuh bulan membuat ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian. Ia juga menyoroti janji bantuan sosial dari pemerintah provinsi yang dinilai belum terealisasi sepenuhnya.
“Sudah tujuh bulan tambang ditutup dan belum juga dibuka. Bantuan sosial yang dijanjikan hanya diberikan satu bulan dari total tiga bulan yang dijanjikan. Kalo perempuan hamil mah udah mau lahiran,” katanya.
Menurutnya, kondisi di wilayah Bogor Barat semakin memperburuk. Ia mengungkapkan meningkatnya angka kriminalitas akibat hilangnya sumber penghasilan masyarakat.
“Sekarang banyak terjadi aksi kriminalitas seperti pencurian dan pembegalan. Ini karena masyarakat tidak memiliki penghasilan sejak tambang ditutup,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fadlan menilai bahwa peralihan profesi bukanlah hal mudah bagi para pekerja tambang. Keterbatasan sumber daya manusia, pendidikan, serta pengalaman kerja menjadi kendala utama bagi masyarakat untuk mencari pekerjaan alternatif.
Ia menuntut agar Dedi Mulyadi segera menemui masyarakat dan memberikan kepastian terkait nasib para pekerja tambang di Bogor Barat.
“Kami menagih janji gubernur, dan kami menunggu kedatangannya,” tegasnya.
(Retza)









