AKTUALITA.CO.ID – Yayasan Mutiara Fadilah Lestari menggelar pelatihan penjamah makanan bagi relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan standar higiene dan sanitasi dalam pengelolaan pangan yang dilangsungkan di Gedung Serbaguna Citraland, Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (05/05/26).
Kegiatan ini menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Dayeuh, Mekarsari, Cipenjo (Kecamatan Cileungsi), serta Ciampea Udik (Kecamatan Ciampea), bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.
Ketua Yayasan, Fahru Roji, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah penting sebelum operasional dapur dimulai. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan persyaratan penerbitan Sertifikat Laik Sehat (SLS) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Pelatihan ini penting karena salah satu syarat wajib penerbitan SLS adalah sertifikasi penjamah makanan. Jadi sebelum operasional dimulai, kita siapkan semuanya agar nantinya SLHS bisa segera diterbitkan,” ujarnya.
Sebanyak kurang lebih 200 relawan mengikuti pelatihan ini. Mereka dibekali pengetahuan terkait standar kebersihan, keamanan pangan, serta praktik sanitasi yang baik dalam pengolahan makanan.
Fahru juga menyampaikan bahwa progres pembangunan dapur SPPG saat ini telah mencapai tahap akhir. “Alhamdulillah, proses dapur sudah hampir 100 persen. Untuk Cipenjo dan Mekarsari, insyaallah dalam tiga minggu ke depan sudah siap operasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menekankan pentingnya penerapan standar yang telah ditetapkan selama pelatihan.
“Kami berharap para relawan benar-benar menerapkan standar yang diajarkan. Jika dilakukan dengan baik, insyaallah kejadian negatif seperti adanya ulat atau keracunan makanan dapat dihindari. Mereka harus tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar pengelola SPPG segera memenuhi persyaratan lanjutan pasca pelatihan agar sertifikasi SLHS dapat segera terbit.
Lebih lanjut, Fusia menegaskan bahwa pembinaan dan pengawasan akan melibatkan jaringan puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor.
“Fungsi pembinaan ada di puskesmas. Kami di dinas tidak bisa bekerja sendiri. Ada 101 puskesmas yang akan membantu sesuai wilayah kerja masing-masing. Kita harus terus menjaga program ini agar berjalan dengan baik,” tutupnya.
(Deni Supriadi)









