AKTUALITA.CO.ID – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bersama Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar rapat koordinasi pembangunan sport center terbesar di Indonesia, yang direncanakan berdiri di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Rapat tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Bogor, Senin (18/05/26).
Sekretaris Jenderal Kemenpora RI Gunawan Suswantoro mengatakan, rapat koordinasi dilakukan untuk menyinkronkan seluruh rencana pembangunan agar berjalan efektif dan efisien.
“Jadi kami sengaja rapat di Pemda Bogor, tujuannya untuk mendekatkan diri dengan rencana pembangunan akademik olahraga dan pusat pelatihan tim nasional,” ujar Gunawan.
“Pada intinya mengkoordinasikan dan mensinkronisasikan agar jalan yang akan dibangun bisa efisien, sehingga perencanaan berjalan simultan dan efisien dari sisi anggaran,” katanya.
Menurut Gunawan, kawasan akademi olahraga itu nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat latihan atlet, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
“Tujuannya untuk melatih atlet-atlet terpilih agar bisa menjadi atlet tingkat dunia,” jelasnya.
Ia menyebutkan, Presiden RI telah menentukan sebanyak 21 cabang olahraga prioritas yang akan dibangun sarana dan prasarananya di atas lahan seluas 500 hektare di Rancabungur.
Rencananya, tahap perencanaan akan difokuskan pada tahun 2026, sementara pembangunan fisik dimulai pada 2027 hingga 2028 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada awal 2029.
“Pak Presiden yang menentukan langsung lokasinya. Beliau sendiri yang memilih tempat itu,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, Nilai pembangunan sport center tersebut diperkirakan mencapai Rp5 triliun.
“Anggaran di perkirkan 5 triliunan, Jadi nanti pembangunan sekolah dan venue olahraga semuanya lengkap. Bahkan untuk penelitian terhadap cabang olahraga tertentu juga akan tersedia,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari rencana besar pemerintah pusat dalam membangun akademi olahraga dan pusat pelatihan atlet terbesar di dunia.
“Ada tiga tahapan lokasi pembangunan, tahap satu, tahap dua, dan tahap tiga. Selain sport center, di dalamnya juga akan dibangun SD, SMP, SMA hingga universitas,” kata Rudy.
Menurutnya, Presiden tidak hanya memikirkan prestasi olahraga, tetapi juga kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang terintegrasi.
“Pak Presiden bukan hanya memikirkan sisi kompetisi olahraga, tetapi juga pendidikan dan fasilitas penunjang sumber daya manusia yang lengkap, ujarnya.
Rudy menjelaskan, dipilihnya Rancabungur sebagai lokasi pembangunan karena kawasan tersebut memiliki lahan milik pemerintah pusat melalui PTPN yang dinilai strategis.
“Lahan sawit di beberapa lokasi usianya sudah cukup tua, sehingga produktivitas menjadi salah satu pertimbangan dipilihnya lokasi tersebut,” jelasnya.
Selain itu, faktor aksesibilitas juga menjadi alasan utama karena lokasi tersebut dekat dengan Bandara Atang Sanjaya yang saat ini tengah dikaji kemungkinan pengembangannya menjadi bandara semi-komersial.
“Nanti terkait operasional bandara tentu pemerintah pusat yang memutuskan. Kami di daerah fokus pada percepatan dan memastikan seluruh proses komunikasi serta administrasi berjalan baik,” tutupnya.
(Retza)









