AKTUALITA.CO.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan olahraga nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Fairmont Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Dalam sambutannya, Erick meminta seluruh insan olahraga Indonesia tidak meragukan perhatian pemerintah terhadap perkembangan dunia olahraga. Menurutnya, Presiden Prabowo merupakan bagian dari keluarga besar olahraga Indonesia dan memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan sektor tersebut.
Erick juga menegaskan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga terus melakukan pembenahan sistem olahraga nasional melalui kerja sama lintas kementerian. Salah satunya melalui Instruksi Presiden terkait akademi olahraga yang melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk pengelolaan kompetisi seperti POPNAS, serta sinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam pelaksanaan POMNAS.
Selain itu, pemerintah saat ini tengah menjalankan program beasiswa atlet di dalam negeri serta dukungan pendanaan melalui LPDP bagi atlet berprestasi. Erick menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya olahraga Indonesia.
Kemenpora juga telah menjalin kesepakatan bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian UMKM terkait pemanfaatan fasilitas olahraga daerah agar dapat digunakan secara optimal oleh federasi maupun cabang olahraga.
Pada kesempatan itu, Erick turut menyoroti keberhasilan penyelenggaraan SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 di Bali. Forum tersebut menghasilkan Deklarasi Bali yang berisi kesepakatan negara-negara Asia Tenggara untuk membangun sport intellectual property kawasan, termasuk rencana penyelenggaraan ASEAN Marathon mulai 2027 yang diproyeksikan digelar di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Di sisi regulasi, Erick mengungkapkan Kemenpora telah menerbitkan Permenpora Nomor 08 Tahun 2026 yang menyederhanakan berbagai aturan olahraga nasional. Deregulasi dilakukan dengan memangkas ratusan aturan dan ribuan pasal guna menciptakan sistem yang lebih efektif dan mendukung transformasi olahraga Indonesia agar mampu bersaing di tingkat Asia hingga dunia.
(Deni Supriadi)









