AKTUALITA.CO.ID – Rencana pembangunan Jalur Puncak Dua Sukamakmur yang sebelumnya dijanjikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga kini belum menunjukkan kejelasan. Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan sekaligus penggerak ekonomi kawasan Bogor Timur itu disebut masih terkendala proses administrasi.
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Bogor belum menerima informasi resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kabar batalnya penganggaran pembangunan jalan tersebut.
”Sampai hari ini belum ada informasi secara resmi dari Pemprov, tapi harapan besar dari kita Kabupaten Bogor bahwa itu bisa direalisasikan di tahun ini,” ujar Jaro Ade sapaan akrabnya kepada Aktualita.co.id di Cibinong, Kamis (21/05/26).
Ia menjelaskan, keinginan Gubernur Jawa Barat untuk membangun Jalur Puncak Dua sebelumnya juga telah disampaikan dalam rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan mendapat dukungan penuh dari Bupati Bogor.
Menurutnya, pembangunan jalur tersebut direncanakan tidak hanya menghubungkan wilayah Kabupaten Bogor dan Cianjur, tetapi juga diharapkan dapat terintegrasi hingga ke Purwakarta.
”Pak gubernur dalam rakor juga menginginkan jalur tersebut terhubung sampai Purwakarta. Kita berharap percepatan pembangunan yang diinginkan bisa segera direalisasikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Bogor siap mendukung seluruh proses yang dibutuhkan, termasuk terkait dokumen persyaratan pembangunan. Ia menilai sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat diperlukan agar proyek yang telah lama tertunda itu dapat segera berjalan.
”Mana yang menjadi tanggung jawab kabupaten dan mana yang menjadi tanggung jawab provinsi harus disinergikan bersama,” katanya.
Ia juga menegaskan, apabila Jalur Puncak Dua berhasil dibangun, dampaknya diyakini akan sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor Timur.
”Kalo di bangun untuk Jalur Puncak Dua akan sangat berdampak terhadap perekonomian di wilayah Bogor Timur. Kami harap ini dapat di realisasikan tahun ini,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Beben Suhendar mengungkapkan bahwa pembangunan Jalur Puncak Dua disebut batal dianggarkan, karena Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut belum rampung.
”Jalan Puncak Dua batal. Kemarin saya ke sana menanyakan kejelasan pembangunan tersebut, informasi yang kita terima bahwa DED-nya belum selesai,” kata Beben beberapa waktu lalu.
Ia mengaku kecewa lantaran proyek tersebut sebelumnya telah dijanjikan akan mulai dibangun pada tahun 2026 oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
”Ini janji KDM tahun 2026 akan dibangun, tapi DED-nya belum selesai. Tentu kami kecewa karena jalan ini merupakan akses penting yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tandasnya.
(Retza)
AKTUALITA.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor pada Senin (18/5/2026) menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir. Selain merendam permukiman warga, derasnya arus air juga mengakibatkan fasilitas umum mengalami...
Read more









