AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (DPKP) mengakui keterbatasan jumlah petugas taman atau Park Ranger menjadi kendala utama dalam menjaga estetika kota. Kekurangan personel ini disinyalir menjadi celah maraknya aksi vandalisme di berbagai lokasi strategis.
Sejumlah titik rawan seperti kawasan Flyover Cileungsi hingga tembok pembatas di wilayah Puncak sering menjadi sasaran coretan liar karena minimnya pengawasan melekat dari petugas.
Kepala DPKP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) yang tersedia untuk mengawasi seluruh ruang terbuka hijau di wilayah Bogor yang sangat luas.
“Kalau bicara kekurangan, pasti kurang. Masih banyak kekurangan petugas taman dan Park Ranger. Saat ini kami hanya memaksimalkan pegawai yang ada,” ujar Eko kepada Aktualita.co.id, Senin (26/1/2026).
Eko menjelaskan, opsi penambahan personel sebenarnya sudah menjadi pertimbangan utama dinas untuk meminimalisir kerusakan fasilitas umum. Namun, hal tersebut sangat bergantung pada kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2026.
“Kami akan lihat di anggaran 2026 nanti apakah memungkinkan adanya penambahan. Opsinya memang itu (tambah pegawai), namun semua kembali pada kekuatan anggaran kita,” jelasnya.
Menurut Eko, Park Ranger memiliki peran krusial bukan hanya sebagai penjaga tanaman, melainkan benteng pertahanan pertama dalam mencegah perusakan fasilitas publik. Sambil menunggu kepastian anggaran, DPKP tetap berupaya melakukan pengawasan bergiliran agar keindahan pusat-pusat kota di Kabupaten Bogor tetap terjaga.
(Pandu)









