AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar pembahasan rencana penataan pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk wilayah barat dan timur di Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Senin (25/5/2026).
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan, pembahasan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam pembahasan ini juga Kami laporkan pembangunan yang sudah kami lakukan di tahun 2025, lalu rencana di 2026 dan juga rencana di tahun 2027,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pembiayaan dan program yang disiapkan pemerintah, tetapi juga dukungan serta kebersamaan seluruh masyarakat dalam mengawal setiap program pembangunan.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya soal anggaran atau program, tetapi bagaimana seluruh masyarakat membersamai program-program yang telah disiapkan pemerintah, yang pada dasarnya merupakan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Untuk wilayah timur, Rudy mengungkapkan bahwa proses land clearing untuk pusat pertumbuhan ekonomi baru telah rampung. Selain itu, pembangunan jalan dari kawasan Transyogi hingga Desa Sukaresmi telah disetujui pembiayaannya oleh DPRD Kabupaten Bogor dan akan dituntaskan pada 2026.
“Di wilayah barat, Pemkab Bogor fokus pada sejumlah program strategis yang terintegrasi dengan pemerintah pusat. Salah satunya pembangunan Sport Center Rancabungur yang menjadi gerbang utama kawasan tersebut, serta pembangunan Pembangkit Listrik Sampah Energi (PLSE) yang dijadwalkan melakukan groundbreaking pada Juni mendatang,” tuturnya.
Selain itu, sejumlah pembangunan infrastruktur jalan di kawasan Malasari, Rumpin, dan Parung Panjang juga akan dituntaskan pada tahun 2026.
Rudy menegaskan, pembahasan ini tidak berkaitan dengan wacana pemekaran wilayah. Menurutnya, keputusan terkait pemekaran sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Yang kami bahas adalah pusat pertumbuhan ekonomi baru wilayah barat dan timur sebagai upaya mendekatkan pelayanan langsung kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Bogor telah dua kali mengalami pemekaran wilayah, yakni terbentuknya Kota Bogor dan Kota Depok. Meski begitu, Kabupaten Bogor hingga kini masih menjadi kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.
“Walaupun sudah melakukan pemekaran wilayah sebanyak dua kali, kita masih menjadi kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar terbanyak se-Indonesia. Maka kami pun tentu Pemerintah Kabupaten Bogor, mengikuti segala keputusan yang menjadi keputusan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi,” jelasnya.
“Ini wujud kreativitas kita bersama antara pemerintah berkolaborasi dengan masyarakatnya, kita sebut namanya Pusat Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Barat dan Timur,” tambahnya.
Adapun pusat pertumbuhan ekonomi wilayah timur direncanakan berada di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur. Sementara pusat pertumbuhan ekonomi wilayah barat akan berlokasi di Kecamatan Cigudeg, tepatnya di lahan milik PTPN yang saat ini masih dalam proses penyelesaian administrasi.
“Tahapan penguasaan lahan masih milik PTPN, dan saat ini Pemkab Bogor sedang menyelesaikan seluruh proses administrasinya,” tutupnya.
(Retza)









