AKTUALITA.CO.ID — Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) II menerima audiensi dari Presidium Pemekaran Bogor Timur. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (4/6/2026).
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PPP, Junaidi Samsudin, mengatakan bahwa pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi antara anggota dewan dan presidium pemekaran Bogor Timur.
“Pada hari ini kami dari Dapil II menerima audiensi dari teman-teman Presidium Bogor Timur sekaligus mempererat silaturahmi. Hubungan kekeluargaan kami sangat kuat,” ujar Junaidi.
Dalam audiensi tersebut, sejumlah hal disampaikan oleh Presidium Bogor Timur, di antaranya terkait alokasi anggaran untuk wilayah Bogor Timur pada tahun 2026 serta bentuk dukungan DPRD Dapil II terhadap rencana pemekaran wilayah tersebut.
Menanggapi hal itu, Junaidi menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya pemekaran Bogor Timur. “Dukungan kami jelas, kami sangat mendukung pemekaran Bogor Timur. Jangan ragukan komitmen kami,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan tersebut sejalan dengan sikap Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta seluruh anggota dewan yang pada prinsipnya mendukung rencana pemekaran.
Terkait agenda audiensi lanjutan, Junaidi menyampaikan bahwa pihaknya tidak dapat menetapkan jadwal rutin yang mengikat. Namun, pertemuan dapat dijadwalkan secara kondisional sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Sekretaris Presidium Pemekaran Bogor Timur, Alex, menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dengan DPRD Dapil II, terutama dalam menyusun langkah-langkah strategis menuju Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur.
“Pertama, kami ingin mengajak DPRD Dapil II untuk bersama-sama merumuskan langkah strategis pemekaran. Kedua, kami berharap ada informasi berkelanjutan terkait kebijakan anggaran dan pembangunan agar bisa berjalan searah,” ujar Alex.
Ia menambahkan, pihaknya juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara presidium dan DPRD agar gerakan pemekaran Bogor Timur dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
(Deni Supriadi)









