AKTUALITA.CO.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Presidium Bogor Timur menggelar konsolidasi kepengurusan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Presidium Bogor Timur Kecamatan Jonggol di Aula Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol, Jumat (3/7/2026).
Sekretaris Jenderal DPP Presidium Bogor Timur, Alex Selamet Riadi, mengatakan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari penataan struktur organisasi menyusul berakhirnya masa jabatan pengurus lama yang sebelumnya menggunakan nomenklatur Koordinator Wilayah (Korwil).
”Seluruh masa jabatan Korwil periode 2025 telah berakhir. Sekarang ada perubahan struktur organisasi, dari Korwil menjadi Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK). Karena itu, secara serentak di tujuh kecamatan dilakukan konsolidasi kepengurusan,” ujar Alex kepada Aktualita.co.id.
Menurutnya, Kecamatan Jonggol menjadi wilayah terakhir yang melaksanakan konsolidasi. Dalam forum tersebut, Acep Supriadi ditetapkan sebagai Ketua DPK Presidium Bogor Timur Kecamatan Jonggol untuk masa bakti 2025–2028.

Alex menambahkan, seluruh kecamatan yang masuk wilayah Bogor Timur kini telah menyelesaikan proses konsolidasi. Selanjutnya, pengukuhan pengurus DPK Kecamatan Jonggol dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pekan depan.
”Alhamdulillah konsolidasi di tujuh kecamatan sudah selesai. Tinggal pengukuhan pengurus DPK Jonggol yang rencananya dilaksanakan Sabtu depan,” katanya.
Usai merampungkan konsolidasi organisasi, Presidium Bogor Timur akan memfokuskan perhatian pada pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) DPP yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026.
Dalam rapat kerja tersebut, kata Alex, jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPK bersama pengurus DPP akan menyusun program kerja organisasi sekaligus membahas kemungkinan penyesuaian Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagai penyempurnaan administrasi organisasi.
”Raker nanti akan menjadi forum untuk menyusun program kerja sekaligus mempersiapkan langkah-langkah strategis menghadapi perkembangan terbaru terkait usulan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur,” jelasnya.
Alex berharap struktur organisasi yang telah terbentuk hingga tingkat kecamatan nantinya dapat diperluas sampai ke tingkat desa agar sosialisasi mengenai perjuangan pembentukan DOB Bogor Timur dapat dilakukan secara lebih masif.
”Kami ingin organisasi berjalan dari DPP, DPK hingga ke tingkat desa. Dengan organisasi yang kuat, sosialisasi kepada masyarakat akan lebih mudah, termasuk dalam menghimpun dukungan dan masukan dari para tokoh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan terhadap perjuangan pembentukan Bogor Timur terus menguat. Menurutnya, tokoh agama, alim ulama, dan berbagai elemen masyarakat kini mulai terlibat aktif dalam kegiatan rutin doa bersama sebagai bentuk ikhtiar untuk mempercepat terwujudnya Bogor Timur sebagai daerah otonom baru.
”Alhamdulillah, sekarang para tokoh agama dan alim ulama sudah bersama-sama dalam berbagai kegiatan rutin untuk berdoa demi kelancaran dan percepatan terwujudnya Bogor Timur,” pungkasnya.
(Deni Supriadi)








