AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) mulai melakukan penataan kabel udara yang semrawut di sepanjang Jalan Raya Bogor-Jakarta.
Penataan dilakukan pada ruas jalan sepanjang sekitar 18 kilometer, mulai dari perbatasan Kota Bogor hingga perbatasan Kota Depok yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.
Koordinator Daerah APJATEL, Mauliana, mengatakan proses penataan telah memasuki hari kedua. Pekerjaan dimulai sejak Selasa (7/7/2026) dan dilaksanakan setiap hari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Menurutnya, penataan dilakukan karena kondisi kabel yang tidak beraturan dinilai berpotensi mengganggu lalu lintas dan aktivitas kawasan industri di sepanjang Jalan Raya Bogor.
”Karena posisinya berantakan, takut mengganggu lalu lintas jalan. Di sini juga banyak pabrik, sehingga kami khawatir aktivitasnya ikut terganggu,” ujarnya, di Sukaraja. Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, saat ini penataan masih difokuskan pada perapihan kabel udara di sepanjang Jalan Raya Bogor-Jakarta sesuai arahan Bupati Bogor. Ke depan, terdapat rencana untuk memindahkan jaringan utilitas tersebut ke bawah tanah.
”Sementara kami rapikan. Kalau ada instruksi penurunan, baru kita turunkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bogor Bambang Widadi mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program penataan kawasan yang diinisiasi oleh Bupati Bogor.
Menurutnya, salah satu prioritas penataan adalah kabel-kabel udara di sepanjang Jalan Raya Bogor, khususnya pada ruas yang membentang dari perbatasan Kota Bogor hingga perbatasan Kota Depok yang masuk wilayah Kabupaten Bogor.
Meski Jalan Raya Bogor-Jakarta merupakan jalan nasional, Bambang menegaskan penataan tetap dilakukan karena kondisi kabel yang semrawut memengaruhi estetika dan wajah Kabupaten Bogor.
Ia menambahkan, Pemkab Bogor juga telah mendorong para operator telekomunikasi melalui APJATEL agar seluruh jaringan utilitas di ruas tersebut nantinya dapat dipindahkan ke bawah tanah. Namun, realisasi rencana tersebut masih menunggu proses perizinan yang saat ini tengah berjalan.
Memasuki hari kedua pelaksanaan, tim penataan telah mencapai wilayah Kecamatan Sukaraja. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan membagi personel ke beberapa titik agar proses penataan dapat diselesaikan lebih cepat.
”Ini kan baru hari kedua. Mudah-mudahan bisa sampai Kandang Roda, karena yang dari Flyover Cibinong juga ada. Tim dibagi-bagi, mudah-mudahan dalam lima hari bisa selesai,” tutupnya. (Retza)
AKTUALITA.CO.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pembangunan gedung baru di kawasan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, tidak melanggar aturan pelestarian cagar budaya. Menurutnya, bangunan tersebut didirikan...
Read more









