Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Sosok dan Politik

Putusan DKPP Berpotensi Mendelegitimasi Penyelenggaraan dan Hasil Pemilu

sayyev by sayyev
February 7, 2024
in Sosok dan Politik
0
Putusan DKPP Berpotensi Mendelegitimasi Penyelenggaraan dan Hasil Pemilu
76
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Yusfitriadi
(Lembaga Studi Visi Nusantara Bogor )

Aktualita.co.id _ Hanya dalam rentang waktu kurang dari setahun Ketua KPU RI Hasyim Asyari sudah tiga kali mendapatkan sanksi etik dari DKPP. Satu kali dengan hukuman peringatan keras dan dua kali dengan hukuman peringatan keras terakhir.

Pertama, pada April 2023 dengan kasus penyalahgunaan kekuasaan. Hal itu terkait dengan kedekatannya secara pribadi dengan tersangka korupsi dan juga merupakan ketua partai republik satu. Kedekatanya tersebut dilakukan Ketua KPU ketika Pemilu 2024 sedang pada tahapan verifikasi partai calon peserta pemilu 2024.

Berita lainnya

Sambangi PWI Kabupaten Bogor, Tantan Sulthon Paparkan 5 Program ‘PWI Jabar Istimewa’

Sambangi ‘Rumah’ PWI Kota Bogor, Tantan Sulthon Temukan Kesamaan Program Unggulan untuk PWI Jabar

PK KNPI Jasinga Salurkan 33 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Kedua, Oktober 2023 dalam kasus aturan keterwakilan calon anggota legislatif perempuan yang bertentangan dengan Undang-undang Pemilu.

Ketiga, terbaru adalah kasus penerimaan pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran tanpa merivisi peraturan KPU sesuai dengan putusan MK. Namun semua sanksi DKPP tersebut tidak ada dampaknya sama sekali, termasuk tidak ada pengaruhnya terhadap posisi Hasyim sebagai ketua KPU.

Jadi, pemilu yang sangat besar ini diselenggaralan oleh lembaga yang ketuanya berlumuran cacat moral dan etika.
Cacat moral, karena tidak mempunyai rasa malu masih memimpin KPU walaupun sudah tiga kali mendapatkan hukuman peringatan keras terakhir. Cacat etika, DKPP memutuskan ketua KPU Hasyim Asyari terbukti tiga kali melanggar etika berat sebagai penyelenggara pemilu. Disisi lain, putusan yang dilakukan DKPP pun terlihat “Banci” dan Ambigu.

Dimana DKPP hanya menjatuhkan hukuman bersalah melanggar etika berat, bahkan sampai tiga kali, tanpa memberikan konsekuensi yang relevan atas hukuman tersebut. Dari putusan DKPP yang terkahir ini, kita bisa melihat beberapa gambaran.

  1. Mempertegas perilaku konspiratif penyelenggara pemilu

Sejak awal terbentuknya penyelenggata pemilu, baik KPU, Bawaslu maupun DKPP aroma potensi akan terjadi suasana konspiratif untuk saling mengamankan, membiarkan pelanggaran, kecurangan dan kejahatan pemilu terjadi. Bagaimana tidak, ketidakprofesionalan kinerja KPU dibiarkan oleh Bawaslu. Informasi pelanggaran dimana-mana, tidak mendapat perhatian dari Bawaslu. Bahkan Bawaslu selalu sibuk membenarkan pelanggaran tersebut dengan alibi yang bemacam-macam. Begitupun DKPP, tidak mungkin menegakan hukum etik, karena pimpinan DKPP sebagai besar diisi oleh orang-orang yang cacat etika, karena pernah dijatuhi hukuman etik.

  1. Penyelenggaraan Pemilu Tuna Etika

Pemilu ini, dari mulai berjalan tahapan diselenggakan dengan penuh tuna etika, baik dari penyelenggara pemilu, peserta pemilu maupun pemilih. Tuna etika penyelenggara pemilu dibuktikan dengan beberapa hal yang disebutkan di atas. Begitupun peserta pemilu, sudah tidak malu-malu lagi melakukan praktek politik uang, praktek mobilisasi ASN, TNI, POLRI, Kepala Desa dan Aparatur lainnya, manipulasi bansos untuk kepentingan politik, merekayasa hukum demi ambisi dinasty kekuasaan. Begitupun dengan pemilih, masih banyak yang memilih karena pengaruh materialistik dan intervesi pihak-pihak yang ambisi kekuasaan.

  1. Potensi hilang kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu

Mana mungkin pemilu bisa menghasilkan sesuatu yang baik, bermoral dan bermartabat, jika proses penyelenggaraanya tidak melalui cara-cara yang bermoral dan beretika. Kondisi ketidakpercayaan ini sudah mulai menampakkan riak-riaknya, dibuktikan dengan berbagai fenomena politik seruan moral diantaranya oleh para akademisi.

Tiga gambaran suasana penyelenggara dan penyelenggaraan pemilu 2024 di atas, sangat berpotensi menjadi ancaman legitimasi bagi penyelenggaraan dan hasil pemilu 2024. Ketika proses penyelenggaraan dan hasil pemilu tidak mendapatkan legitimasi, maka tidak sederhana dampaknya bagi masa depan Indonesia.

Karena bagi saya hasil kontestasi elektoral termasuk dalam ini hasil Pemilu harus mendapatkan mininal tiga legitimasi, yaitu legitimasi kekuasaan, legitimasi politik dan legitimasi etik. Salah satu faktor jatuhnya Soeharto sebagai hasi Pemilu 1997 karena tidak mendapatkan legitimasi etik dari rakyat Indonesia. Hal itu menjadi Indonesia luluh lantah, tentu rasa optimisme harus selalu ada pada diri anak bangsa, termasuk saya. Dimana dalam waktu kurang dari sepuluh hari menjelang tahapan pungut hitung masih ada waktu untuk memperbaikinya.

  1. Ketua KPU harus mundur

Hal ini selain pertanggungjawaban moral dan etika, juga untuk mengembalikan kepercayaan publik bagi penyelenggaraan pemilu.

  1. Moral Bawaslu

Dimana Bawaslu harus bertanggungjawab secara moral terkait berbagai masalah yang terjadi dan diakibatkan oleh lemahnya kinerja Bawaslu dalam mengawasi dan menegkan hukum pemilu.

  1. Berhentilah Jokowi “cawe-cawe”

Turun gunungnya para akademisi dan gerakan masyarakat sipil, dipantik oleh pernyataan dan sikap Jokowi yang cenderung cawe-cawe, dipertegas dengan pernyataan tidak masalah Presiden dan para Mentri kampanye (berpihak). Tentu saja kondisi ini akan berdampak serius pada pemyelenggaraan pemilu, termasuk sikapnya akan diikuti oleh penyelenggara negara sampai pada tingkatan bawah. **

Tags: Yusfitriadi
Share30Tweet19Send
sayyev

sayyev

Rekomendasi Untuk Anda

Sambangi PWI Kabupaten Bogor, Tantan Sulthon Paparkan 5 Program ‘PWI Jabar Istimewa’

by Arsyit Syarifudin
August 3, 2026
0
Sambangi PWI Kabupaten Bogor, Tantan Sulthon Paparkan 5 Program ‘PWI Jabar Istimewa’

AKTUALITA.CO.ID – Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2027–2031, Tantan Sulthon Bukhawan, memaparkan lima program unggulan dalam kunjungan silaturahmi ke Sekretariat PWI Kabupaten Bogor, Senin...

Read more

Sambangi ‘Rumah’ PWI Kota Bogor, Tantan Sulthon Temukan Kesamaan Program Unggulan untuk PWI Jabar

by Arsyit Syarifudin
August 3, 2026
0
Sambangi ‘Rumah’ PWI Kota Bogor, Tantan Sulthon Temukan Kesamaan Program Unggulan untuk PWI Jabar

AKTUALITA.CO.ID - Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo nomor 4,...

Read more

PK KNPI Jasinga Salurkan 33 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

by Arsyit Syarifudin
August 3, 2026
0
PK KNPI Jasinga Salurkan 33 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

AKTUALITA.CO.ID – Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jasinga bersama sejumlah mitra berhasil mendistribusikan sekitar 33 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di...

Read more

Perdana Digelar, KNPI Citeureup Wadahi Pemuda Lewat Ajang Boxing

by Arsyit Syarifudin
August 2, 2026
0
Perdana Digelar, KNPI Citeureup Wadahi Pemuda Lewat Ajang Boxing

AKTUALITA.CO.ID – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Citeureup bekerja sama dengan Citeureup Boxing Community menggelar ajang boxing di kawasan Ruko Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Minggu (2/8/26)...

Read more

600 Rumah di Kabupaten Bogor Diusulkan Terima Program BSPS dari Aspirasi Adian Napitupulu

by Arsyit Syarifudin
August 1, 2026
0
600 Rumah di Kabupaten Bogor Diusulkan Terima Program BSPS dari Aspirasi Adian Napitupulu

AKTUALITA.CO.ID – Sebanyak 600 rumah di Kabupaten Bogor diusulkan sebagai calon penerima manfaat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang merupakan aspirasi Anggota Komisi X DPR RI Fraksi...

Read more
Next Post
Ajak Pemilu Damai, PJ Bupati Nonton Golek Bareng Warga Sukamakmur

Ajak Pemilu Damai, PJ Bupati Nonton Golek Bareng Warga Sukamakmur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

Kurang dari 24 Jam, Polsek Cileungsi Ringkus 3 Curanmor

Kurang dari 24 Jam, Polsek Cileungsi Ringkus 3 Curanmor

August 9, 2024
ADD Desa Cibodas Raib di Gondol Maling

ADD Desa Cibodas Raib di Gondol Maling

June 26, 2024
‎Spanyol, Portugal, dan Swiss Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026‎

‎Spanyol, Portugal, dan Swiss Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026‎

July 3, 2026

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW