AKTUALITA.CO.ID – Pencarian terhadap tubuh renta nenek Empat (50) yang hanyut terbawa arus Sungai Cibadak, Tanjungsari, Kabupaten Bogor akhirnya dihentikan, Rabu (20/3/24).
Hal tersebut disampaikan ketua Tagana, Loreng bahwa pencarian untuk kelompok dan BPBD dihentikan setelah 7 hari pencarian, namun untuk pencarian lingkungan masih terus dilakukan sampai ada titik temu dari jasad nenek Empat.
” Untuk Basarnas dan BPBD pencarian terhadap nenek Empat dihentikan, namun untuk pencarian lokal dari warga sampai besok masih akan tetap dilakukan,” ungkap Loreng.
” Semoga, jasad nenek Empat lekas ditemukan dengan cara warga, dan kepada keluarga diminta untuk bersabar, karena sejauh ini kami masih berikhtiar semoga dimudahkan,” tambahnya.
Sebelumnya, Empat (50) terbawa arus saat hendak berangkat ke sawah. Empat yang saat itu bersama sang suami terpeleset dan terbawa arus karena tidak berhasil tertahan oleh suaminya, Kamis (15/3/24).
” Kami mendapatkan laporan dari warga, dimana adanya orang yang hanyut di aliran Sungai Cibadak yang samgat deras. Anggota piket yang mendapatkan laporan tersebut telah melakukan cek TKP kejadian orang hanyut akibat terbawa arus sungai Cibadak tersebut,” ungkapnya kepada wartawan.
Lebih lanjut, Kapolsek Tanjungsari IPTU Rustami menjelaskan kronologi berawal saat korban bernama Empat (50), pekerjaan tani ketika korban bersama suaminya Jumhi (60) hendak berangkat ke sawah kemudian menyebrang Sungai Cibadak yang kondisi airnya deras.
” Kemudian, saat menyebrang korban terpeleset, lalu ditarik oleh suami korban. Namun, tidak tertahan dan terbawa arus sungai yang deras dan korban langsung hanyut terbawa arus deras sungai Cibadak,” jelasnya.
Sampai saat ini, sambung Iptu Rustami, pihak Kepolisian Polsek Tanjungsari bersama instansi terkait, Basarnas, dan warga masyarakat Cibadak bergotong royong melakukan pencarian.
” Kami masih melakukan pencarian, karena kondisi hujan dan arus sungai sangat deras, itu jadi kendala juga untuk kami,” pungkasnya.
** Nay Nur’ain









