Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Daerah

Dari 416 Desa, Baru 85 Desa yang Berhasil Kelola BUMDes

sayyev by sayyev
January 15, 2024
in Daerah
0
Dari 416 Desa, Baru 85 Desa yang Berhasil Kelola BUMDes

BUMDes Desa Gunung Putri

80
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bogor masih belum berhasil. Pasalnya, dari 416 desa yang sudah membentuk BUMDes, baru 85 desa yang berhasil dalam mengelola BUMDes dan sudah bisa menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk desa itu sendiri. Namun 183 desa lainnya belum bisa menghasilkan PAD dan 148 desa lainnya bisa dikatakan gagal dalam mengelola BUMDes mereka.

BUMDes Desa Gunung Putri

Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Kewilayahan Ekonomi Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Mira Dewi Sitanggang tak menampik banyak BUMDes tak berhasil menjalankan usahanya, meski 416 desa di Kabupaten Bogor sudah seluruhnya membentuk BUMDes. “Baru ada 85 desa yang BUMDesnya sudah berjalan baik bahkan bisa menghasilkan PADes. Kemudian ada 183 BUMDes yang belum menghasilkan PADes atau bisa dibilang belum berjalan dengan baik,” kata Mira via WhatsApp, Senin (15/1).

Mira menyebut, kendala untuk BUMDes yang belum berjalan ialah karena restrukturisasi. Dimana mungkin ketika adanya pergantian kepala desa disitu ada pergantian staf dan pengurus bahkan lembaga, hingga harus mengulang semuanya dari nol kembali.

Berita lainnya

‎Besok, One Way di Puncak Mulai Jam 7 Pagi‎

‎BMKG: Bogor Berpotensi Diguyur Hujan Lebat pada Sabtu 16 Mei 2026

‎29 Ribu Kendaraan Masuk Puncak di Hari Kedua Long Weekend‎

“ Untuk saat ini solusi yang ditawarkan Pemda Bogor ialah pendampingan dan pembinaan untuk BUMDes tersebut. Walaupun belum semuanya berjalan baik, ada 2 BUMDes yang sudah tembus sampai ke kancah internasional. Yakni BUMDes Megamendung dan Sukamakmur dalam usaha ekspor biji kopi,” terangnya.

Mira Dewi Sitanggang

Mira menargetkan untuk kedepannya, usaha milik desa tersebut dilakukan pembinaan khusus terutama dalam hal memperluas pemasaran. Lebih lanjut Mira menjelaskan, untuk BUMDes yang sudah terbentuk tapi tidak berjalan, sedangkan sudah ada anggaran yang masuk kesana, secara mekanisme pertanggungjawaban BUMDes tersaji dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

“ Sejauh ini pengawasan DPMD terhadap pengembangan BUMDes ialah melakukan monitoring, evaluasi, pembinaan, fasilitas pelatihan dan rapat koordinasi,” terangnya.

Sebagian alasan BUMDes tidak berkembang, sambung Mira, ialah karena mentok di marketing atau pemasarannya. “Maka dari itu Pemda akan memfasilitasi BUMDes untuk berkolaborasi dengan pihak ke- 3,” tandasnya.

Seperti diketahui, BUMDes adalah badan usaha milik desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa. Dimana pendirian BUMDes sesungguhnya telah diamanatkan sejak berlakukanya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, bahkan oleh Undang-Undang sebelumnya Nomor 22 Tahun 1999. Bahkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menegaskan setiap desa hanya boleh memiliki satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Ketentuan ini juga berlaku di desa yang badan usahanya mengalami kevakuman dan tidak aktif.

Sementara Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Yusfitriadi mengatakan secara umum sudah sekitar 15 tahun ini desa sangat dimanjakan dengan berbagai macam anggaran yang turun ke Pemerintahan Desa. Tidak hanya sekedar anggaran dana desa, tapi juga dari Pemerintah Kabupaten Bogor menambahnya dengan dana Samisade. Sebetulnya di dalam anggaran-anggaran itu juga ada porsi untuk pengembangan Bumdes. Namun, problemnya ada 3 hal mengapa BUMDes itu tidak berkembang.

Yusfitriadi

Pertama menurut Kang Yus biasa disapa, pemerintah menurunkan berbagai macam anggaran tidak disiapkan terlebih dahulu sistem tata kelolanya di desa. Pihak desa bahkan tidak punya akunting, tidak punya konsultan, hingga pada akhirnya anggaran-anggaran tersebut itu tidak tepat sasaran. Yang kedua tata kelola anggaran desa tersebut tidak dievaluasi secara komprehensif.

“ Misalnya saat anggaran itu untuk BUMDes harus jelas untuk apanya, apa untuk tata kelolanya, apa untuk permodalannya, apa untuk distribusinya, untuk pemasaaran atau untuk apanya ?. Masa sudah 12 tahun gak beres-beres,” kata Yusfitriadi.

Hal tersebut karena tidak ada alat ukur yang serius terkait dengan tata kelola dan manajemen dari desa tersebut. Adapun kegiatan peningkatan kapasitas itu terkadang harus dipertanyakan, apa yang dikuatkan dan apa yang ditingkatkan toh hasil dari pada peningkatan itu tidak terlihat signifikan, anggaran mereka hanya dihabiskan untuk penyuluhan-penyuluhan saja, namun tidak merubah angka peningkatan yang sudah ada.

“Harusnya desa itu jika ingin berkembang harus menciptakan SDM yang khusus, jika perlu disekolahkan agar nantinya sumber daya manusia terbaik di desa itu diberikan mandat untuk mengelola khusus di BUMDes,” tandasnya.

“ Dalam arti BUMDes berdiri itu hanya sekedar menggugurkan kewajiban aturan tidak ada yang mengatur, hingga tidak berkembang. Kecuali, kepala desanya cerdas dan berniat untuk memajukan ekonomi masyarakat desa tersebut,” tambahnya.

Hingga dampaknya apa, sambung Kang Yus, kesulitan pemerintah untuk meminta pertanggungjawaban kepad BUMDes yang tidak berjalan itu sulit, karena memag tidak ada tolak ukurnya. Dalam arti, BUMDes bisa menjadi salah satu ladang kebocoran anggaran. Apalagi di Kabupaten Bogor, baru 85 desa yang berhasil dari 416, berarti baru 20%-nya saja masih jauh dari kata sempurna.

“ Sebetulnya alat ukurnya apasih, bahkan sering kali yang dijadikan alat ukur oleh Inspektorat,  Pemerintah Daerah ataupun kemudian juga BPK itu hal yang bersifat administrasi. Artinya kalau duit itu sudah diturunkan dan ada tanda terimanya itu sudah clear, begitu pun kemudian ketika terlihat casingnya itu dianggap selesai,” katanya.

Tanpa adanya kontinuitas pengawalan, pemantauan, sampai kepada kontinuitas treatmen yang berkembang dan tidak berkembang. PR pemerintah saat ini ialah harus ada alat ukur yang jelas untuk mengeluarkan dana desa  yang dialirkan ke BUMDes. Sistem pemerintah saat ini secara konseptual sudah bagus dan menarik artinya kemajuan sebuah kawasan, sebuah daerah, sebuah kota, berawal dari desa, tapi tidak serta merta seperti itu harus ada SDM profesinal yang disiapkan.

“Saya berharap ada sebuah perencanaan yang utuh dan komprehensif juga penyiapan sistem dan sumber daya yang kuat jangan sampai dana turun gak ada yang ngurus, harus ada kontrol yang kuat dari berbagai pihak. Partisipasi masyarakat penuh dan pemerintah harus terbuka, begitu pun pendamping desa, yang saya lihat saat ini pendamping desa nyaris tidak ada gunanya. Terakhir adalah evaluasi, selama ini pemerintah tidak pernah terbuka terkait kegagalan yang terjadi pada BUMDes. Dimana letak gagalnya dan apa penyebanya itu seolah ditutupi dan dianggap sebagai aib, padahal jika itu dibuka secara umum boleh jadi akan ada masukan-masukan yang positif dari luar untuk kemajuan BUMDes tersebut,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tags: BUMDes Desa Gunung PutriBUMDes Kabupaten Bogor
Share32Tweet20Send
sayyev

sayyev

Rekomendasi Untuk Anda

‎Besok, One Way di Puncak Mulai Jam 7 Pagi‎

by Arsyit Syarifudin
May 15, 2026
0
‎Besok, One Way di Puncak Mulai Jam 7 Pagi‎

AKTUALITA.CO.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor mengimbau masyarakat yang akan berlibur ke kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (16/05/26), agar berangkat lebih pagi.‎‎Imbauan tersebut disampaikan menyusul...

Read more

‎BMKG: Bogor Berpotensi Diguyur Hujan Lebat pada Sabtu 16 Mei 2026

by Arsyit Syarifudin
May 15, 2026
0
‎BMKG: Bogor Berpotensi Diguyur Hujan Lebat pada Sabtu 16 Mei 2026

AKTUALITA.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor akan didominasi cuaca hujan pada Sabtu, 16 Mei 2026.‎‎Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, hujan...

Read more

‎29 Ribu Kendaraan Masuk Puncak di Hari Kedua Long Weekend‎

by Arsyit Syarifudin
May 15, 2026
0
‎29 Ribu Kendaraan Masuk Puncak di Hari Kedua Long Weekend‎

AKTUALITA.CO.ID – Hari kedua libur panjang atau long weekend pada Jumat (15/05/26), arus kendaraan menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, masih terpantau ramai. Begitupun volume kendaraan mengalami penurunan dibandingkan...

Read more

Pemerintah Desa Pasirangin Salurkan Mesin Potong Rumput dan BLT Dana Desa

by Arsyit Syarifudin
May 15, 2026
0
Pemerintah Desa Pasirangin Salurkan Mesin Potong Rumput dan BLT Dana Desa

AKTUALITA.CO.ID — Pemerintah Desa Pasirangin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menyalurkan bantuan program kegiatan yang bersumber dari Dana Desa untuk membantu mengatasi berbagai persoalan di masyarakat, khususnya masalah kebersihan...

Read more

Libur Kedua Kenaikan Isa Al Masih, Arus Wisata ke Puncak Bogor Masih Ramai Lancar

by Arsyit Syarifudin
May 15, 2026
0
Libur Kedua Kenaikan Isa Al Masih, Arus Wisata ke Puncak Bogor Masih Ramai Lancar

AKTUALITA.CO.ID – Memasuki hari kedua libur panjang Kenaikan Isa Al Masih, arus lalu lintas menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih terpantau ramai namun tetap lancar, Jumat...

Read more
Next Post
Hindari Konsumsi Rutin Suplemen yang Mengandung 4 Vitamin Ini, Berdampak Buruk!

Hindari Konsumsi Rutin Suplemen yang Mengandung 4 Vitamin Ini, Berdampak Buruk!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

Gelar Data Akan Dilakukan Pemkab Bogor Sikapi Polemik Lahan Desa Sukawangi

Gelar Data Akan Dilakukan Pemkab Bogor Sikapi Polemik Lahan Desa Sukawangi

June 27, 2025
Ditabrak Sepeda Motor, Seorang Wanita Tak Sadarkan Diri

Ditabrak Sepeda Motor, Seorang Wanita Tak Sadarkan Diri

August 1, 2024
Dikunjungi Presiden Jokowi, Dirut PLN Paparkan Kesiapan Ekosistem Kendaraan Listrik di Booth PLN di PEVS 2024

Dikunjungi Presiden Jokowi, Dirut PLN Paparkan Kesiapan Ekosistem Kendaraan Listrik di Booth PLN di PEVS 2024

May 5, 2024

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW