AKTUALITA.CO.ID — DPRD Kabupaten Bogor mendesak pengusutan menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin di Kecamatan Nanggung. Langkah ini diambil menyusul adanya musibah di kawasan tambang ilegal Pongkor yang dilaporkan menelan korban jiwa.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tuntas untuk memutus rantai praktik pertambangan yang membahayakan nyawa masyarakat tersebut.
“DPRD secara kelembagaan mendorong agar persoalan ini diusut tuntas. Kami tidak ingin kejadian seperti ini terus berulang tanpa ada penyelesaian yang jelas,” ujar Sastra kepada SuaraBotim.Com, Kamis (22/1/2026).
Sastra juga menyoroti adanya perbedaan data terkait jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak kepolisian sebelumnya melaporkan lima orang meninggal dunia, sementara Gubernur Jawa Barat menyebut ada sembilan korban.
“Besok rencananya Pak Kapolda akan datang langsung ke lokasi. Kita ingin memastikan fakta di lapangan, berapa sebenarnya jumlah korban jiwa yang jatuh di kawasan Pongkor tersebut,” tegas Sastra.
Meski mendorong tindakan tegas terhadap pelanggaran prosedur keselamatan, Sastra mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada penutupan tambang. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan solusi mata pencaharian alternatif bagi warga setempat.
“Masyarakat menggantungkan hidup di sana karena kebutuhan ekonomi. Maka, pemerintah daerah harus mencari solusi bagaimana mereka tetap bisa menghidupi keluarga dengan cara yang aman dan legal setelah aktivitas itu dihentikan,” jelasnya.
DPRD meminta aparat penegak hukum bertindak transparan, terutama terkait dugaan munculnya asap di lokasi tambang yang memicu jatuhnya korban. Hal ini penting untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau kesalahan prosedur yang terjadi di kawasan pertambangan tersebut.
(Pandu)









