AKTUALITA.CO.ID – Sineas Frame Sukamakmur menggelar Gala Premiere film “Sundulangit” sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh talent, kru, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam proses produksi film karya kolaborasi anak muda Sukamakmur tersebut.
Film “Sundulangit” diproduksi sebagai karya kreatif yang membawa potensi dan cerita lokal Sukamakmur untuk berpartisipasi dalam Festival Film Kabupaten Bogor (FFKB) 2026.
Produser Gala Premiere Film “Sundulangit”, Apep Syaiful Irsyad mengatakan, film tersebut mengangkat cerita mengenai dinamika sosial para petani kopi sekaligus potensi sektor pertanian yang ada di Kecamatan Sukamakmur.
“Film ini menceritakan tentang dinamika sosial petani kopi dan potensi pertanian yang ada di Sukamakmur,” ujar Apep kepada aktualita.co.id, Minggu (23/8/26).
Menurutnya, keikutsertaan Sineas Frame Sukamakmur dalam FFKB bukan kali pertama. Pada gelaran FFKB sebelumnya, Sineas Frame Sukamakmur berhasil meraih empat nominasi dan dua penghargaan melalui film berjudul “Rinai”.
Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk kembali berkarya dan berharap dapat mengukir prestasi pada FFKB 2026 melalui film “Sundulangit”.
Namun di tengah proses tersebut, kata Apep, tim produksi mengaku kecewa lantaran hingga saat ini agenda penganugerahan FFKB 2026 belum mendapatkan kepastian dan disebut telah beberapa kali mengalami penundaan.
“Bukan tanpa dasar kami memproduksi film ini untuk mengikutsertakannya pada FFKB 2026 sebagai perwakilan dari Kecamatan Sukamakmur,” katanya.
Ia menjelaskan, produksi film tersebut dilakukan berdasarkan surat Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Nomor 000.1.5./570-Disparekraf yang diteruskan melalui Pemerintah Kecamatan Sukamakmur.
Atas kondisi tersebut, pihaknya menyayangkan belum adanya kepastian terkait agenda penganugerahan festival yang dinilai menjadi wadah penting bagi para sineas daerah untuk menunjukkan karya dan kreativitasnya.
“Berdasarkan surat Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Nomor 000.1.5./570-Disparekraf, melalui Pemerintah Kecamatan Sukamakmur, kami merasa kecewa dan menyayangkan event sebesar ini tidak memiliki kepastian penganugerahan dan sudah beberapa kali mengalami penundaan,” ungkapnya.
Meski begitu, tim produksi memilih menjadikan Gala Premiere sebagai momentum untuk tetap memberikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan film “Sundulangit”.
“Sehingga pada hari ini kami menggelar Gala Premiere sebagai bentuk apresiasi terhadap semua pihak yang telah berkontribusi untuk terwujudnya film ini dan berpartisipasi di tingkat kabupaten,” tuturnya.
”Melalui “Sundulangit”, Sineas Frame Sukamakmur berharap potensi lokal, khususnya kehidupan petani kopi dan sektor pertanian, dapat semakin dikenal sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya melalui industri perfilman daerah,” pungkasnya. (Retza)








