AKTUALITA.CO.ID _ Peringati Hari Penanaman Pohon Dunia, Yayasan Budiasih gandeng Muspika Sukamakmur tanam 2.000 bibit pohon keras di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Rabu (27/11/24).
Pada kesempatan ini, Tim Lapangan Yayasan Budiasih Een Saputra menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan, meningkatkan kualitas udara, dan mencegah kerusakan ekosistem.
“Kami berharap dengan penanaman pohon ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sejuk, dan berkelanjutan,” kata Een di lokasi penanaman.
Sementara, Ketua Yayasan Budiasih Suryadi Budiman, menambahkan bahwa penanaman pohon ini merupakan langkah nyata untuk menjaga kelestarian alam di kawasan Sukamakmur.
“Ini adalah komitmen kami untuk terus menghijaukan wilayah Sukamakmur,” cetusnya.
“Pohon-pohon yang ditanam meliputi berbagai jenis pohon keras seperti mahoni, trembesi, dan sengon. Pohon-pohon ini dipilih karena memiliki manfaat besar dalam menyerap karbon dioksida dan mencegah erosi tanah. Lokasi penanaman difokuskan di area yang rawan longsor dan kekeringan, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Suryadi juga menyampaikan bahwa Yayasan Budiasih berencana melanjutkan program penghijauan ini di berbagai desa lainnya di Kabupaten Bogor. “Kami berharap langkah ini dapat menginspirasi daerah lain untuk turut serta dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara, Camat Sukamakmur Bakri Hasan menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas inisiatif Yayasan Budiasih dalam mendukung upaya penghijauan di Kabupaten Bogor. Dan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan warga setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Penanaman pohon ini bukan hanya simbol, tetapi langkah konkret untuk memberikan warisan hijau kepada generasi mendatang,” ungkapnya.
“Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan ajakan bagi masyarakat untuk terus menjaga alam demi keberlanjutan ekosistem dan kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya.
(Mr.apit)









