Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Sosok dan Politik

Gunting Pita Makam Mbah Pangeran Sake di Citeureup, Cabup Rudy Susmanto Khusyuk Ikuti Setiap Prosesi

Gala by Gala
October 10, 2024
in Sosok dan Politik
0
Gunting Pita Makam Mbah Pangeran Sake di Citeureup, Cabup Rudy Susmanto Khusyuk Ikuti Setiap Prosesi
98
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID _ Calon Bupati (Cabup) Bogor nomor urut 1 Rudy Susmanto melakukan gunting pita makam Mbah Pangeran Sake dan Mbah Dalam Machsan di Desa Karang Asem Timur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor pada Rabu (9/10/24).

Gunti pita makam pejuang islam itu dihadiri oleh tokoh setempat yakni Hj Lela atau yang sering dikenal dengan mamih Lela. Selain itu Rudy Susmanto juga didampingi oleh tokoh agama KH. Ahmad Daman Huri serta masyarakat setempat.

Gunting pita tanda selesainya merhab atau rekonsturksi bagunan peneduh makam dan bertujuan untuk memberikan tempat duduk bagi peziarah itu diawali dengan doa.

Berita lainnya

Ketua PWI Kabupaten Bogor Ajak Wartawan Aktif Eksplorasi Potensi Wisata Daerah

PWI Kabupaten Bogor Siapkan Safari Jurnalistik ke-4 di Cisarua

Safari Jurnalis Ke-3 PWI Kabupaten Bogor di Sukajaya, Dorong Literasi Media

Rudy Susmanto tampak khusyuk mengikuti prosesi dari mulai pengguntingan pita, mendoakan alrmarhum dan menabur bunga. Prosesi pertaman dilakukan di Mbah Dalam Machsan. Kemudian hal yang sama dilakukan di Mbah Pangeran Sake.

Kegiatan tersebut bukan merupakan agenda Kampanye Rudy Susmanto sebagai Cabup Bogor. Melainkan, menghadiri undangan yang diberikan oleh Mamih lela dan tokoh serta warga setempat saja.

Usai prosesi selesai, Rudy Susmanto kemudian melanjutkan perjalanannya dalam kegiatan kampanye yakni menghadiri Deklarasi Dukungan Barisan Relawan Rudy Susmanto-Jaro Ade di Garbera Hotel and Convention di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Sedikit mengenal Mbah Pangeran Sake yang dikutip dari internet sebagai berikut.

Tokoh-tokoh Islam yang dapat memberikan warna keislaman di Bogor, Jakarta dan sekitarnya terutama pada masa islamisasi eks Kerajaan Padjajaran Bogor tentu membutuhkan sosok kepempimpinan. Salah satu sosok kepemimpinan Islam ada pada Pangeran Sake.

Siapakah Pangeran Sake dan bagaimana dapat mewarnai keislaman masyarakat Bogor yang sebelumnya kental dengan agama bebuyutan Hindu Budha peninggalan kerajaan Sunda Padjajaran.

Pangeran sake bernama asli Syarifudin Shoheh (1682-1740) berasal dari Banten masih keturunan dari Syarif Hidayatullah waliyullah melalui pernikahannya dengan adik Bupati Banten bernama Nyai Kawunganten.

Beliau yang menurunkan keturanan Ratu Wulung Ayu dan Pangeran Sebakingking atau lebih dikenal Maulana Hasanudin yang kelak menjadi pendiri Kesultanan Banten dan menurunkan generasi selanjutnya Sultan Ageng Tirtayasa.

Sultan Ageng Tirtayasa memiliki beberapa istri diantaranya Ratu Adi Kasum yang melahirkan Abdul Kahar (Sultan Abdul Nasr Abdul Kahar), dari istri Rati Ayu Gede dikaruniai 3 orang anak Pangeran Abdul Alim, Pangeran Ingayajapura dan Pangeran Arya Purbaya.

Sedangkan dari istri lainnya dikaruniai Pangeran Sugiri yang kelak berdakwah di Jakarta (Jatinegara), Pangeran Sake Citeureup, Tubagus Raja Suta, Tubagus Husen dan Tubagus Kulon.

Diantara anak-anaknya tersebut hanya Sultan Haji dan Pangeran Purbaya yang meneruksan menjadi penguasa Banten, selebihnya meninggalkan Banten untuk berdakwah baik ke sekitar Banten, Bogor, Lampung dan sebagainya.

Pangeran Sake memilih keluar Banten menuju wilayah timur tepatnya Citeureup, Cibinong sampai Cibarusah Bekasi.

Keturunan Pangeran Sake diantaranya Pangeran Suryadinata, Pangeran Kertayudha, Pangeran Wiranata, Pangeran Suryapringga, Raden Komarudin, Raden Syarifudin, Raden Sahabudin, Raden Muhidin, Ratu Jiddah, Tubagus Badrudin, Tubagus Kamil dan Ratu Mantria.

Panggilan Pangeran Sake tentu secara historis dapat dilacak, nama aslinya Syarifudin Shoheh kok dikenal pangeran Sake.

Setelah melacak beberapa referensi ditemukan sebuah tulisan yang mengatakan panggilan pangeran sake, karena setiap berdakwah, beraktivitas bahkan berjuang melawan Belanda selalu tidak lepas membawa minum yang ditempatkan pada sebuah kantong yang dikenal sake.

Sake ini tempat minuman orang tua dahulu yang bahannya terbuat dari kayu kayak rotan. Karena selalu melekat kemanapun Pangeran Sake beraktifitas dan menjadi ciri khasnya beliau, maka panggilan pangeran sake pun melekat sampai kini.

Pangeran Sake atau Mbah Sake sudah tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Bogor terutama wilayah Citeureup. Namanya begitu harum dan mulia, jasa-jasa beliau begitu dikenang masyarakat karena selama hidupnya mengabdikan diri kepada masyarakat tidak diragukan lagi.

Bahkan setelah kewafatannya, makamnya selalu ramai diziarahi orang untuk mendoakan baik datang dari warga sekitar Bogor, Jabodetabek, Bandung, Tasikmalaya, Karawang bahkan Kalimantan.

Mbah Sake banyak berjasa menyebarkan agama Islam di Bogor dan Jakarta bahkan Bekasi Cibarusah. Masjid Ash-Shoheh salah satu peninggalan dalam penyebaran Islam yang ia lakukan, ia habiskan waktu untuk beribadah, berzikir sebagai ciri khas penganut tarikat naqsabandiyah.

Semasa hidupnya ia pemilik perkebunan Tjitrap kini dikenal Citeureup yang melakukan perlawanan terhadap Belanda, karena tidak sepaham dengan kakaknya Sultan Haji dan Pengeran Purbaya yang memihak Belanda.

Salah satu bukti Citeureup peninggalan Pangeran Sake dapat dianalisa dari segi bahasanya, bahasa yang digunakan penduduknya menggunakan bahasa sunda yang relative kasar berbeda dengan sebelahnya Cibinong, Gunungputri dan Cileungsi yang cenderung lebih berbahasa melayu.

Hal ini menjadi bukti pengaruh Pangeran Sake dari Banten menjadi komunitas keturunan Banten dengan kecenderungan menggunakan bahasa sunda kasar, hampir sama ini ditemukan di Jatinegara Kaum yang dibangun oleh saudaranya Pangeran Sogiri.

Citeureup pada saat beliau datang dari Banten masih hutan lebat dan dihuni hanya beberapa penduduk saja, kemudian dibuka pendudukpun semakin berdatangan dak dakwah Islam berkembang di tangan beliau.

Salah satu artepak sejarah peninggalan Pangeran Sake berupa Masjid Ash-shoheh dan makam beliau yang diyakini masyarakat sekitar.

Makam beliau ditemukan selain di Citeureup tepatnya di Kampung Nangka Karangasem Timur Citeureup, ditemukan pula di Cibinong, Cileungsi bahkan Cibarusah. Hal ini disengaja pada saat itu untuk mengelabuhi penguasa Belanda yang selalu mengamati gerakan keturunan Sultan Ageng Banten.

Tempat-tempat tersebut disebut petilsan perjuangan Pangeran Sake dalam menyebarkan agama Islam. Namun yang paling banyak diziarahi para pejiarah adalah makam Pangeran Sake yang berlokasi di Kampung Nangka Karangasem Timur Citeureup. (**)

Tags: Cabup Rudy Susmanto Gunting PitaMakam Mbah Pangeran Dalem Sake
Share39Tweet25Send
Gala

Gala

Rekomendasi Untuk Anda

Ketua PWI Kabupaten Bogor Ajak Wartawan Aktif Eksplorasi Potensi Wisata Daerah

by Arsyit Syarifudin
June 6, 2026
0
Ketua PWI Kabupaten Bogor Ajak Wartawan Aktif Eksplorasi Potensi Wisata Daerah

AKTUALITA.CO.ID – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, mengajak seluruh anggota PWI Kabupaten Bogor untuk lebih aktif mengeksplorasi dan mempromosikan potensi wisata lokal yang tersebar di...

Read more

PWI Kabupaten Bogor Siapkan Safari Jurnalistik ke-4 di Cisarua

by Arsyit Syarifudin
June 5, 2026
0
PWI Kabupaten Bogor Siapkan Safari Jurnalistik ke-4 di Cisarua

AKTUALITA.CO.ID – Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Bogor kembali melanjutkan program Safari Jurnalistik sebagai agenda rutin untuk memperkuat hubungan antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor....

Read more

Safari Jurnalis Ke-3 PWI Kabupaten Bogor di Sukajaya, Dorong Literasi Media

by Arsyit Syarifudin
June 4, 2026
0
Safari Jurnalis Ke-3 PWI Kabupaten Bogor di Sukajaya, Dorong Literasi Media

AKTUALITA.CO.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor kembali menggelar kegiatan Safari Jurnalis ke-3 Tahun 2026 yang kali ini berlangsung di Kantor Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Kamis (4/6/2026)....

Read more

PWI dan IPB Sepakat Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan Indonesia

by Arsyit Syarifudin
June 2, 2026
0
PWI dan IPB Sepakat Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan Indonesia

AKTUALITA.CO.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Institut Pertanian Bogor membahas rencana kerja sama program beasiswa S 2 bagi wartawan dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang GSC...

Read more

Catatan Hari Jadi Bogor yang ke-544 tahun

by Arsyit Syarifudin
June 2, 2026
0
Founder Visi Nusantara Maju

KUTA UDAYA WANGSA: SPIRIT MEMBANGUN PERADABAN Yusfitriadi Founder Visi Nusantara Maju Tidak ditemukan secara spesifik dalam catatan sejarah, atau dalam berbagai literasi yang mengungkap Sejarah Kabupaten Bogor, siapa...

Read more
Next Post
Daman Huri : Makin Banyak Pengunjung Makin Gencar Berinovasi

Daman Huri : Makin Banyak Pengunjung Makin Gencar Berinovasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

7 Setu di Gunung Putri Dinormalisasi Serentak, Camat : Ini Sejarah

7 Setu di Gunung Putri Dinormalisasi Serentak, Camat : Ini Sejarah

December 10, 2025
DPKPP Lakukan Bedah Kampung di Desa Sukahati

DPKPP Lakukan Bedah Kampung di Desa Sukahati

August 22, 2024
Pemkot Bogor Gelar Lomba Cipta Himne Kota Bogor

Pemkot Bogor Gelar Lomba Cipta Himne Kota Bogor

October 4, 2025

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW