Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Daerah

Hak Petani Belum Dibayarkan, Sulaeman : PT BJA Jangan Zalim

Gala by Gala
August 8, 2025
in Daerah
0
Hak Petani Belum Dibayarkan, Sulaeman : PT BJA Jangan Zalim
80
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – DPRD Kabupaten Bogor menggelar pertemuan dengan Paguyuban Penggarap Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, guna membahas polemik ganti rugi tanaman atau tegakan yang terdampak proyek pembangunan Bendungan Cijurey.

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi para penggarap untuk menyampaikan keluhan atas belum diterimanya kompensasi atas tanaman yang telah diratakan akibat pembangunan proyek tersebut, padahal pembayaran telah dilakukan oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) kepada PT BJA selaku pihak yang ditunjuk untuk menyalurkan dana kompensasi tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Sulaeman, menyampaikan bahwa pihaknya mendesak PT BJA segera menyalurkan hak-hak masyarakat yang terdampak.

Berita lainnya

Bikin Macet, Bangunan Liar di Puncak Ditertibkan

‎Warga GBJ Bosan Jalan Rusak Terus: PKL & Drainase Buruk Diduga Jadi Biang Kerok!‎

‎Jonggol Deklarasikan Kecamatan Bersih Narkoba Lewat Apel Gabungan‎

“Kami Komisi I DPRD Kabupaten Bogor meminta kepada pihak PT BJA untuk segera memberikan hak-hak para penggarap yang sudah dibayarkan oleh pihak BBWS. Ini sudah dibayar, namun belum diberikan kepada masyarakat,” ujar Sulaeman kepada Aktualita.co.id, seusai rapat di Kantor DPRD Kabupaten Bogor. Jumat (08/08/25).

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa penundaan pembayaran ini sangat merugikan masyarakat. “Saya pikir dzalim PT BJA kalau sampai memperlambat hak-hak masyarakat, sedangkan lahan garapan mereka sudah diratakan. Kini mereka tidak memiliki modal untuk kembali menanam di tempat lain,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Komisi I DPRD telah menggelar rapat bersama beberapa pihak, termasuk berkomunikasi langsung dengan PT BJA.”Ketua Komisi 1sudah beekomunikasi dengan PT. BJA, disuru menunggu hingga hari Senin. Jika hari senin nanti tidak dipenuhi, DPRD berencana mengirimkan surat resmi kembali kepada perusahaan tersebut,” ungkapnya.

“Lahan yang belum dibayarkan luasnya sekitar 4 hektare, seluruhnya berada di wilayah Desa Sukadamai,” terngnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Penggarap Desa Sukadamai Darwin Saragih turut menyampaikan aspirasinya dalam pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak mempermasalahkan status kepemilikan lahan, namun menginginkan kejelasan soal tanaman yang terdampak.

“Kami hanya meminta realisasi ganti rugi tanaman. Lahannya bukan persoalan, tapi pohon dan bangunan di lahan kami yang terdampak oleh pembangunan bendungan. Nilai kompensasinya sudah ditentukan oleh konsultan penilai, dan pemerintah pun sudah membayar ke PT BJA. Tapi sampai saat ini kami belum menerima sepeser pun,” tegas Darwin.

Selain persoalan ganti rugi tanaman, Darwin juga menyoroti krisis air bersih akibat tertutupnya cadangan air masyarakat oleh timbunan tanah proyek bendungan. “Sudah tiga tahun kami menyuarakan soal akses air bersih yang kini sulit didapatkan. Kami harap itu bisa segera diperbaiki,” ujarnya.

Ia juga meminta agar pembayaran ganti rugi tanaman dipisahkan dari pembayaran pembebasan lahan, agar lebih adil dan tepat sasaran.

“Kami berharap para anggota DPRD Kabupaten Bogor bisa menjadi jembatan dan bapak bagi kami dalam menghadapi persoalan ini,” ungkap Darwin penuh harap.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Sukadamai Apud menegaskan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi penggarap untuk menuntut hak mereka.

“Saya sebagai kepala desa hanya membantu penggarap mencari kejelasan atas janji dari PT BJA terkait pembayaran ganti rugi tegakan yang terdampak pembangunan Bendungan Cijurey. Janji itu sudah lama disampaikan, tapi sampai sekarang belum juga terealisasi,” katanya.

Apud menyampaikan rasa syukurnya atas atensi dan komitmen Komisi I DPRD Kabupaten Bogor untuk memanggil pihak PT BJA dalam waktu dekat. “Alhamdulillah, para anggota DPRD tadi menjanjikan akan memanggil pihak PT BJA. Mudah-mudahan akan ada pertemuan lanjutan yang bisa memfasilitasi penggarap. Saya yakin akan ada titik terang dari permasalahan ini,” pungkasnya. (Rz)

Tags: Belum DibayarkanBendungan CijureyPT BJA
Share32Tweet20Send
Gala

Gala

Rekomendasi Untuk Anda

Bikin Macet, Bangunan Liar di Puncak Ditertibkan

by Arsyit Syarifudin
April 13, 2026
0
Bikin Macet, Bangunan Liar di Puncak Ditertibkan

AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) mulai melakukan pendataan sekaligus peneguran terhadap sejumlah bangunan yang melanggar sempadan jalan di kawasan Puncak....

Read more

‎Warga GBJ Bosan Jalan Rusak Terus: PKL & Drainase Buruk Diduga Jadi Biang Kerok!‎

by Arsyit Syarifudin
April 12, 2026
0
‎Warga GBJ Bosan Jalan Rusak Terus: PKL & Drainase Buruk Diduga Jadi Biang Kerok!‎

AKTUALITA.CO.ID – Kondisi jalan di lingkungan Perumahan Griya Bukit Jaya (GBJ), Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, kembali menuai keluhan pedas dari warga. Meski berulang kali...

Read more

‎Jonggol Deklarasikan Kecamatan Bersih Narkoba Lewat Apel Gabungan‎

by Arsyit Syarifudin
April 10, 2026
0
‎Jonggol Deklarasikan Kecamatan Bersih Narkoba Lewat Apel Gabungan‎

AKTUALITA.CO.ID — Upaya pemberantasan peredaran narkoba terus digencarkan di wilayah Kecamatan Jonggol. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan apel gabungan dalam rangka deklarasi “Jonggol Bersinar” (Bersih dari Narkoba) yang...

Read more

‎Kades Cijayanti Imbau Warga Aktifkan Siskamling Pasca Kasus Curas di Wilayahnya

by Arsyit Syarifudin
April 8, 2026
0
Kampung Legok Banteng Jadi Prioritas Pembangunan di Bankeu 2025 Desa Cijayanti

AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Desa Cijayanti angkat bicara terkait kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di Kawasan Rainbow Hills, Kampung Pasir Karet, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang.‎‎Kepala Desa...

Read more

Kecamatan Babakan Madang Apresiasi Polsek Ungkap Curas dan Ajak Warga Aktifkan Siskamling

by Arsyit Syarifudin
April 7, 2026
0
Kecamatan Babakan Madang Apresiasi Polsek Ungkap Curas dan Ajak Warga Aktifkan Siskamling

AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Babakan Madang memberikan apresiasi atas kinerja jajaran kepolisian dalam mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di wilayahnya.‎‎Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Babakan...

Read more
Next Post
Jumling di Karang Tengah, Bupati Rudy Susmanto Tinjau Pembangunan Masjid

Jumling di Karang Tengah, Bupati Rudy Susmanto Tinjau Pembangunan Masjid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

Pemkab Bogor Percepat Pengisian Kepala Sekolah dan Sertifikasi Guru, Rudy: Target Tahun Ini

Pemkab Bogor Percepat Pengisian Kepala Sekolah dan Sertifikasi Guru, Rudy: Target Tahun Ini

February 16, 2026
Tak Sumbang PAD, Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Akan Panggil 74 Perusahaan di Site Plan PT Ferry Soneville

Tak Sumbang PAD, Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Akan Panggil 74 Perusahaan di Site Plan PT Ferry Soneville

February 4, 2026
‎Polres Bogor Kembalikan Hasil Curian kepada Korban

‎Polres Bogor Kembalikan Hasil Curian kepada Korban

March 16, 2026

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW