AKTUALITA.CO.ID _ Hadir di acara Pencanangan IPB Jonggol Innovation Valley di gedung Faperta Jonggol, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol. Minggu (30/6/24). Camat Jonggol Andri Rahman minta IPB berikan dampak positif kepada lingkungan terutama 14 desa yang ada di Kecamatan Jonggol.
” IPB memiliki lahan di Desa Singasari sebanyak 264 hektar, dimana posisinya lebih banyak kebun sawit. Saya diundang karena ada projek dari IPB, yakni IPB Jonggol Innovation Valley. Dimana IPB ingin mengembangkan lahan seluas 265 hektar ini dengan beberapa kegiatan, diantaranya ada edukasi, konservasi dan rekreasi untuk kedepannya,” ungkap Andri yang sempat menyabet gelar Camat Terbaik pada HJB ke 542 kemarin.
Andri menginginkan, Seluruh kegiatan yang ada di IPB memberikan dampak positif, bahkan kami ingin nanti kedepannya, ketika ada kegiatan di IPB, 14 desa se kecamatan Jonggol harus hadir. Soal minyak mentah yang diproduksi oleh IPB, Andri Rahman menyebut, Pihak IPB memang belum bisa menunjukan perizinannya.
” Tadi pagi saya tanya, Rektor IPB menyebut ini bagian dr IPB Jonggol Innovation Valley , tapi bukan pabrik besar , intinya IPB punya sawit, dan sawit ini tidak akan kemana-mana. Sawit ini akan diolah disini tapi bukan menjadi minyak, tapi baru jadi minyak mentah, ” terang Andri kepada Aktualita.co.id.
” Kami juga belum menanyakan berapa produksi perharinya dan di jual kemana. Yang terpenting adalah, harus ada dampak positif, terutama di lingkungan Desa Singasari ini,” pintanya.
Pertama, kata dia, Betul-betul memberikan intervensi, memfasilitasi , dibidang pertanian. Minimal ada edukasi untuk kelompok tani. Jika memang kekurangan air mereka harus membuat embung, memang ada beberapa embung disini, karena sawit akan menyedot air. Juga bantu berikan peningkatan kapasitas edukasi untuk petani, dan jika ada kegiatan disini, baik untuk pembangunan kontruksi dan operasional, harus ada lingkungan yang terlibat.
Sementara, Kepala Desa Singasari Euis Sujana mengatakan, Untuk sementara memang ada warga yang ikut kerja sebagai kuli angkut dan penjaga kebun sawit di IPB. Ia berharap kedapan ada sinergitas antara IPB dengan Desa Singasari.
” Yang terbaru adalah, ada kerjasama antara IPB dengan BUMDes terkait cassava/singkong kurang lebih luasnya ada 10 hektar, ” cetusnya.
” Saya berharap ada pelatihan yang diberikan IPB untuk kelompok tani di Desa Singasari. Mengingat, hampir sebagian besar warga kami bergelut di bidang pertanian, dan kami memilik 628 hektar untuk lahan pertanian. Begitupun untuk jalan, harapannya jalan rusak bisa segera di perbaiki untuk meningkatkan ekonomi,” pungkasnya.
*Rezza/Ns









