Aktualita.co.id- Adanya keluhan dari Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN) 1 Cariu, Wati Suwandini yang salah satu ruang kelasnya roboh dalam Reses DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang III Tahun 2024-2025 Daerah Pemilihan 2 di Kecamatan Cariu menjadi perhatian anggota Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Fraksi PKB dari Dapil 2, Hj. Nunur Nurhasdian, Rabu (16/07/25).
“Untuk Pendidikan, kebetulan saya dan Pak Ansori adalah Dewan di Komisi 4. Intinya yang tadi di sampaikan ini merupakan PR kami di Komisi 4. Terimakasih atas informasinya, karena kami juga butuh informasi-informasi seperti itu, karena Komisi 4 tidak bisa turun satu persatu, tetapi dengan informasi Insya Allah ini adalah masukan buat kami, kami akan bawa pada rapat-rapat Komisi dan akan diteruskan ke Dinas Pendidikan,” papar Hj. Nunur Nurhasdian kepada Aktualita.co.id.
Selain menyikapi persoalan dari segi Pendidikan, Hj. Nunur Nurhasdian juga menyinggung terkait persoalan dari segi Kesehatan dalam Reses DPRD Kabupaten Bogor di Kecamatan Cariu.
“Yang Kesehatan keluhkan dari Puskesmas, saya pernah turun ke Puskesmas yang ada di Kecamatan Cariu, salah satu kendalanya adalah lahan parkiran, dan kalo memang belum kita tindak lanjut lagi. Intinya minta doanya, kami dari Komisi 4 komitmen untuk Kecamatan Cariu, untuk memajukan Kesehatan dan Pendidikan yang ada di Kecamatan Cariu,” ujarnya.
“Ayo kita berteman, bisik-bisik dari kiri kanan, di kantor juga kita terbuka, silahkan datang ke kantor untuk menyampaikan aspirasi,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Sekolah SMPN 1 Cariu, wanti suwandini menjadikan Reses DPRD Kabupaten Bogor untuk mengadukan persoalan-persoalan yang ada di SMP Negri 1 Cariu kepada Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 2, khusunya kepada Komisi 4.
“Disini saya pingin curhat, di SMP Negri 1 Cariu terdiri dari 26 Rombel (Rombongan Belajar), nah disini kami kemarin menolak siswa untuk Belajar karena kondisi kelas 1 roboh, yang lain kondisinya sudah kurang nyaman atau tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Maka dari itu saya kesini mohon perhatian nya untuk Bapak dan Ibu Dewan khusunya Komisi 4 untuk melihat kondisi kami,” keluhnya.
“Untuk siswa 900-an, untuk kamar mandi nya kami hanya punya untuk perempuannya 5, untuk laki-lakinya 5 dan tidak sangat memadai. Dan kami mohon dengan sangat untuk diperhatikan,” tutupnya.
(Deni Dawer)









