AKTUALITA.CO.ID – Pergerakan tanah terjadi di Kampung Curug, RT 02, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menyebabkan lima rumah terdampak. Longsor ini terjadi menjelang magrib saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Gani, salah satu pemilik rumah yang terdampak, menceritakan momen saat tanah longsor terjadi.

“Sebelum kejadian ada suara ‘teg teg teg’, saya langsung melihat dan kemudian kabur ke rumah mamang di atas. Tidak lama, rumah saya ambruk. Tanah yang awalnya rata sekarang terdorong, dan rumah saya juga kena,” ungkapnya.
Bupati Bogor yang hadir langsung di lokasi menyampaikan bahwa pihaknya segera mengambil langkah penanganan.
“Hari ini kami langsung menindaklanjuti kejadian ini dan mencari solusi terbaik bagi warga terdampak. Karena kejadian ini pernah terjadi sebelumnya, kami akan menggunakan mekanisme yang sama, yaitu menyediakan hunian sementara (huntara). Namun, daripada membangun huntara, lebih baik menyewakan rumah bagi warga sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap),” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan kebijakan agar bantuan lebih nyaman dan efektif.
“Kami memberikan bantuan dalam bentuk uang agar masyarakat bisa membangun sendiri rumahnya. Dengan demikian, dari sisi administratif juga lebih jelas bahwa bukan pemerintah yang membangun, tetapi masyarakat secara mandiri,” terangnya.
Terkait dengan kediaman Presiden RI Prabowo Subianto yang berlokasi tidak jauh dari titik longsor, bupati memastikan bahwa kondisi rumah presiden aman, meskipun ada satu titik di bagian depan yang mengalami kerusakan.
“Pak Presiden sudah berpesan kepada saya untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak. Beliau ingin warganya di Bojong Koneng, yang selama ini banyak membantu beliau, mendapatkan perhatian. Karena beliau masih berada di luar kota, saya mewakili untuk bersilaturahmi dengan kepala desa dan masyarakat, didampingi TNI-Polri serta relawan Tagana,” ujarnya.
“Mitigasi terhadap daerah rawan bencana sudah dilakukan, dan relokasi telah direncanakan. Kebetulan ada lahan di wilayah Sentul City yang sudah dikomunikasikan dengan pemerintah daerah melalui GTRA. Pihak Sentul City juga setuju dan bersedia menyediakan lahan untuk masyarakat Bojong Koneng,” ungkapnya.
Terkait waktu pelaksanaan relokasi, ia menegaskan bahwa semua akan dilakukan sesuai prosedur. “Secara administratif, kita akan tempuh sesuai mekanisme yang berlaku. Harapannya, semua bisa selesai dalam tahun ini,” tutupnya.
(reza)









