AKTUALITA.CO.ID – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofik, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui program “Satu Kecamatan Satu Hutan Kota”. Program yang mewajibkan ketersediaan minimal satu hektare hutan kota di setiap kecamatan ini dinilai sebagai langkah visioner untuk menjaga ekosistem nasional.
Menurut Hanif, posisi Kabupaten Bogor sebagai wilayah hulu sangat krusial. Kelestarian alam di Bogor menjadi penentu keselamatan bagi kurang lebih 30 juta orang yang tinggal di wilayah hilir, termasuk Jakarta.
“Bogor ini bagian hulu dari ekosistem yang sangat penting. Apa yang dilakukan Bupati benar-benar visioner. Kita memang hanya perlu menanam, menanam, dan terus menanam. Karena apa yang kita tanam di hulu akan sangat bermanfaat bagi warga di hilir,” ujar Hanif usai melakukan penanaman pohon di Hutan Kota Cibinong, Minggu (15/2/2026).
Menteri LH memberikan ilustrasi nyata tentang keterkaitan hulu-hilir. Ketika curah hujan mencapai 127 milimeter per hari di Bogor selama dua hari saja, Jakarta langsung menghadapi ancaman banjir besar. Maka dari itu, memperbanyak vegetasi, embung, dan kolam retensi di Bogor adalah solusi mutlak.
“Kami sedang mendiskusikan investasi masif untuk rehabilitasi kawasan Puncak bersama Bupati dan Pemerintah Daerah Khusus Jakarta. Apapun yang dilakukan di hulu, manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan apa yang kita konstruksikan di hilir,” tegasnya.
Hanif berharap sinergi antara Pemkab Bogor dan Jakarta dalam tata kelola air berbasis bentang alam ini segera terealisasi. Investasi hijau di hulu dinilai lebih efektif dan berdampak jangka panjang dalam mengendalikan bencana hidro-orologi di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.
(Pandu)









