AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penyampaian Laporan Realisasi APBDes Semester I Tahun Anggaran 2026 sekaligus penyusunan Rencana Pembangunan Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Cijujung pada Rabu (15/7/2026).
Kepala Desa Cijujung Wahyu Ardianto mengatakan, Musdes merupakan agenda rutin yang dilaksanakan pemerintah desa setiap semester sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat terkait pelaksanaan anggaran dan program pembangunan desa.
“Musdes merupakan sarana sosialisasi dan interaksi antara pemerintah desa dengan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua semester. Hari ini kami menyampaikan laporan realisasi Semester I kepada masyarakat mengenai berbagai kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Cijujung,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, pada Semester I Tahun Anggaran 2026 tidak terdapat kegiatan pembangunan fisik yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Cijujung. Hal tersebut disebabkan sebagian besar Dana Desa dialokasikan untuk program KDMP, sehingga anggaran pembangunan menjadi sangat terbatas.
“Pada Semester I ini memang tidak ada kegiatan pembangunan sama sekali. Dana Desa kami tahun ini hanya sekitar Rp370 juta, jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang hampir mencapai Rp2 miliar. Sebagian besar anggaran terserap untuk program KDMP, sehingga pembangunan fisik untuk sementara belum dapat dilaksanakan,” jelasnya.
Selain membahas realisasi APBDes Semester I, Musdes juga menjadi forum awal penyusunan rencana pembangunan desa untuk Tahun Anggaran 2027. Namun, menurut Wahyu, arah pembangunan tahun depan masih bergantung pada kebijakan pemerintah pusat terkait besaran alokasi Dana Desa.
“Hari ini kami juga mulai menyusun rencana pembangunan untuk tahun 2027. Namun, kami masih menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah pusat mengenai besaran Dana Desa. Jika alokasinya masih seperti tahun ini, kemungkinan besar pembangunan di Desa Cijujung akan sangat terbatas, kecuali ada bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor,” pungkasnya. (Retza)









