AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berinisiatif memperluas sosialisasi bahaya narkoba dengan menyasar kalangan pekerja dan karyawan di sejumlah perusahaan yang berada di wilayahnya.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.
Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, mengatakan bahwa sosialisasi bahaya narkoba akan dilaksanakan secara masif dan melibatkan berbagai pihak.
Rencananya, kata dia, kegiatan tersebut akan digelar pada 17 mendatang dengan mengundang perwakilan perusahaan serta para pekerja.
“Untuk pekerja dan karyawan akan kita sosialisasikan. Nanti tanggal 17 kita undang semuanya secara masif, sekaligus akan ada pemeriksaan narkoba,” ujar pria yang kerap disapa Eeng kepada Aktualita.co.id, Sabtu (13/12/25).
Ia menegaskan, pendekatan yang dilakukan pemerintah lebih mengedepankan sisi kemanusiaan. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba harus ditangani dengan upaya penyelamatan, bukan semata-mata hukuman.
“Intinya, kalau narkoba kepada pemakai itu harus kita selamatkan. Mereka adalah saudara kita, tetangga kita, sahabat kita. Mari kita selamatkan bersama,” tegasnya.
Namun, Eeng juga memastikan bahwa sosialisasi bahaya narkoba di wilayah Kecamatan Gunung Putri sudah berjalan dan akan terus ditingkatkan, khususnya dengan melibatkan dunia usaha dan industri.
Sementara itu, Kepala Desa Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut.
Ia menegaskan, pihak desa siap bersinergi dengan kecamatan, termasuk dalam pelaksanaan pengecekan narkoba di perusahaan-perusahaan.
“Kami pasti bersinergi dengan pihak kecamatan sebagai pembina kami, khususnya Pak Camat. Kalau ada konsep atau kebijakan di wilayah masing-masing, kami siap menerapkannya di perusahaan-perusahaan,” katanya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba.
Lebih lanjut, Ia berharap, semakin banyak kegiatan penyuluhan yang dilakukan, khususnya di Desa Tlajung Udik.
“Kami siap bersinergi dengan siapa pun. Harapannya, semakin banyak penyuluhan di Desa Tlajung Udik, semakin terbuka mata hati masyarakat. Dari tahun ke tahun, kami berharap persentase kasus narkoba bisa berangsur menurun,” pungkasnya.
(Pandu)









