AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kali ini, tiga fasilitas dan layanan baru resmi dioperasikan di RSUD Bakti Pajajaran, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan rasa bangga atas transformasi rumah sakit daerah yang dinilai semakin modern dan mengikuti perkembangan teknologi kesehatan dunia.
“Hari ini Pemerintah Kabupaten Bogor meresmikan tiga pelayanan baru di RSUD Bakti Pajajaran. Pertama, layanan Digital Subtraction Angiography atau (DSA). Kedua, Unit Transfusi Darah Rumah Sakit. Ketiga, pelayanan kemoterapi, sekaligus penyerahan sertifikat Wilayah Bebas dari Korupsi,” ujar Rudy, di RSUD Bakti Pajajaran, Cibinong. Rabu (4/3/2026).
Ia mengatakan, Salah satu layanan yang menjadi sorotan adalah Digital Subtraction Angiography (DSA), sebuah metode diagnostik dan intervensi medis untuk penanganan penyakit pembuluh darah seperti stroke dan gangguan jantung.
Menurutnya, kehadiran DSA di RSUD Bakti Pajajaran menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
“Metode ini dikembangkan oleh anak bangsa, yakni Prof. Dr. Terawan dan hingga kini baru dioperasikan di sekitar enam rumah sakit di Indonesia, dan salahsatunya Kabupaten Bogor,” terangnya.
“Kalau berobat di beberapa rumah sakit lain, biayanya bisa mencapai Rp60–70 juta untuk satu kali tindakan. Di RSUD Bakti Pajajaran, metode yang sama bisa menggunakan BPJS,” jelasnya.
Dengan hadirnya layanan ini, pasien dengan gejala stroke maupun penyakit jantung bawaan kini tidak perlu lagi dirujuk ke Jakarta, karena penanganan sudah dapat dilakukan di dalam wilayah Kabupaten Bogor.
Selain DSA, RSUD Bakti Pajajaran juga membuka layanan kemoterapi bagi pasien kanker. Rudy berharap klaim layanan tersebut dapat difasilitasi sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan, mengingat hampir seluruh masyarakat Kabupaten Bogor telah terdaftar sebagai peserta.
Tak hanya itu, Kabupaten Bogor sendiri telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen. Program ini didukung alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mencapai hampir Rp1 triliun per tahun.
“Kami mungkin menjadi satu-satunya kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar yang berani menerapkan UHC 100 persen. Harapannya, BPJS Kesehatan dapat memberikan timbal balik positif dengan mendukung klaim layanan rumah sakit dan puskesmas,” tegasnya.
Rudy juga menyoroti transformasi empat rumah sakit umum daerah di Kabupaten Bogor yang dinilai mengalami perkembangan signifikan, baik dari segi kebersihan, keramahan layanan, maupun kemajuan teknologi medis.
Saat ini, Kabupaten Bogor memiliki 101 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah. Ke depan, pemerintah daerah juga berencana menambah satu RSUD baru di Parung untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan.
“Kami ingin masyarakat Kabupaten Bogor yang sakit tidak perlu lagi dirujuk keluar daerah. Semua bisa ditangani di rumah sakit kita sendiri,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, serta DPRD Kabupaten Bogor yang dinilai memberikan dukungan penuh terhadap penguatan sektor kesehatan.
“Tujuan kami satu, memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” tutupnya.
(Retza)









