AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan Kabupaten Bogor meraih penghargaan Adipura, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan daerah dalam menjaga kebersihan, pengelolaan lingkungan, dan tata kelola sampah.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, sejak tahun 2025 pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus berupaya mewujudkan target tersebut.
”Dari tahun 2025 bersama OPD terkait kami mengejar bagaimana caranya Bogor bisa meraih Adipura. Sejak pertama berdiri hingga hari ini, Kabupaten Bogor belum pernah mendapatkan Adipura. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu prestasi tertinggi bagi daerah dalam menjaga lingkungan, kebersihan, dan pengelolaan sampah,” ujar Rudy kepada Aktualita.co.id, Minggu (2/8/2026).
Ia mengakui tantangan yang dihadapi Kabupaten Bogor tidaklah mudah. Dengan luas wilayah yang mencakup 40 kecamatan, 416 desa, 19 kelurahan, serta jumlah penduduk mencapai sekitar 6,19 juta jiwa, diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan tertata.
”Kita harus bahu-membahu bersama-sama. Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang sangat luas dan jumlah penduduk yang besar. Ini menjadi tantangan yang harus dijawab dengan kerja keras,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan, kata Rudy, Pemkab Bogor juga melakukan penataan kawasan perkotaan dan memperkuat identitas budaya daerah. Salah satunya melalui pembangunan Alun-alun Kabupaten Bogor yang dilakukan tanpa membangun kawasan baru, melainkan dengan menggeser pagar kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Bogor.
Pemerintah daerah juga membangun Tugu Tritangtu Tribuana, merevitalisasi Tugu Lawang Kori, serta menghadirkan berbagai ikon budaya Sunda sebagai bagian dari wajah baru Kabupaten Bogor.
Rudy menjelaskan, penguatan identitas budaya juga dilakukan dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Mereka diajak mengenakan pakaian adat Sunda sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
”Kami ingin mengembalikan marwah dan kehormatan orang Bogor bahwa sejatinya orang Bogor adalah orang Sunda. Salah satunya dengan mengajak para pelaku UMKM menggunakan pakaian adat Sunda,” ujarnya.
Rudy menegaskan, pembangunan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah, terutama di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan akses jalan.
Ia menyebutkan, dalam 100 hari pertama masa kepemimpinannya, Pemkab Bogor berhasil merealisasikan pembangunan Pendopo Kewedanaan Jasinga yang telah lama diharapkan masyarakat.
”Pendopo Kewedanaan Jasinga yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat akhirnya dapat dibangun dalam 100 hari kerja pertama kami,” katanya.
Pada tahun 2025, lanjut Rudy, pembangunan infrastruktur jalan juga difokuskan di wilayah Bogor Barat, seperti Kecamatan Rumpin, Parung Panjang, Nanggung, dan Ciseeng. Menurutnya, pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
”Di Cibinong, infrastruktur jalannya hampir seluruhnya sudah tuntas. Walaupun masih ada beberapa ruas jalan lingkungan yang perlu ditangani, saat infrastruktur dasar sudah baik, maka estetika kota mulai kita bentuk,” jelasnya.
Rudy menambahkan, pendekatan yang sama diterapkan di wilayah lain. Penataan estetika kawasan baru akan dilakukan setelah kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur jalan, terpenuhi.
”Tidak mungkin kita membangun estetika sebuah wilayah ketika masyarakat masih membutuhkan jalan yang layak. Karena itu, kami tuntaskan terlebih dahulu pembangunan infrastruktur, baru kemudian dilakukan penataan kawasan,” pungkasnya.
(Retza)
AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor menggelar aksi tanam pohon dan bersih-bersih Sungai Ciliwung di Kelurahan...
Read more









