AKTUALITA.CO.ID — Program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah pada Hari Raya Idul Fitri 2026 membawa dampak signifikan terhadap pengusaha angkutan umum bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Para pengusaha dan pekerja bus mengeluhkan penurunan drastis jumlah penumpang dan penjualan tiket dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala PO Sinar Jaya Bogor Raya Sunaryana mengatakan, kondisi penjualan tiket selama Ramadan tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut diduga kuat akibat banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan fasilitas mudik gratis.
“Saat ini di bulan Ramadan sepi pastinya, cuma sepinya sekarang lebih sepi dari tahun kemarin,” ujar Sunaryana kepada Aktualita.co.id, di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor. Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, salah satu persoalan utama dalam pelaksanaan program mudik gratis adalah penggunaan bus pariwisata yang tidak memiliki trayek tetap, sehingga berdampak langsung pada angkutan umum resmi yang selama ini melayani masyarakat.
“Kalau menurut saya idealnya angkutan gratis itu menggunakan kendaraan yang memang sudah eksisting, artinya yang memiliki trayek resmi. Kalau sekarang yang dipakai kebanyakan mobil pariwisata, bukan mobil yang benar-benar melayani di trayek. Itu yang menjadi masalah, karena penumpang kami difasilitasi gratis di mobil pariwisata,” jelasnya.
Sunaryana menilai, pemerintah seharusnya memberdayakan bus-bus yang memiliki trayek resmi agar program mudik gratis tetap berjalan tanpa merugikan pengusaha dan pekerja angkutan umum.
Dengan begitu, kata Sunaryana, para pelaku usaha transportasi tetap dapat mempertahankan mata pencaharian mereka.
“Idealnya pemerintah membawa anggarannya ke terminal, lalu membayarkan langsung kepada operator bus yang memiliki trayek resmi bagi penumpang yang mudik gratis. Dengan begitu, angkutan umum yang sudah ada tidak kehilangan penghasilan,” terangnya.
Ia berharap ke depan pemerintah dapat lebih memperhatikan keberlangsungan angkutan umum trayek resmi, tidak hanya memberdayakan bus pariwisata, tetapi juga melibatkan operator bus reguler dalam program mudik gratis.
(Retza)









