Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Pendidikan dan Kesehatan

Penyakit Gula Diderita 35,8 Juta Orang Indonesia

sayyev by sayyev
August 4, 2024
in Pendidikan dan Kesehatan
0
Penyakit Gula Diderita 35,8 Juta Orang Indonesia
75
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – Kementerian Kesehatan meminta masyarakat harus mengurangi konsumsi gula sesuai batas aman. Hal ini setelah diketahui sekitar 13 persen masyarakat Indonesia atau sekitar 35,8 juta orang yang menderita penyakit gula. Penyakit ini bisa bertambah parah apabila tidak ditangani secara berkelanjutan.

“Itu dialisis, kalau enggak dilakukan penanganan tiap hari, itu bisa jadi penyakit kronis. Ukuran paling gampang, lihat ukuran celana jeans, kalau di atas 34, kemungkinan gulanya banyak,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dikutip dari RMOL, Minggu (4/8/2024).

Oleh karena itu, dia berharap masyarakat, terutama anak-anak, harus mulai mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, sebagai pencegahan timbulnya penyakit kronis. “Anak-anak sekarang minumnya gula semua. Itu yang harus dikurangi. Kembali ke tanpa gula,” ujarnya.

Berita lainnya

Karang Taruna Cileungsi Gelar LKBB Open 2026, Meriahkan HJB ke-544

AHY Tinjau Rehabilitasi MTsN 1 Kota Bogor, Progres Capai 95 Persen dan Segera Rampung

Ciptadent dan Kolese Kanisius Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi untuk Siswa SLB Negeri 02 Jakarta

Banyaknya konsumsi gula pada makanan dan minuman, lanjut Budi, berkelindan dengan kasus anak yang harus menjalani cuci darah karena mengalami kegagalan ginjal. Hal ini berpotensi semakin meluas, dengan tren makanan dan minuman manis saat ini yang makin membuat anak terbiasa mengonsumsi asupan berkadar gula tinggi.

Karena itu, dia meminta agar konsumsi gula dikurangi sesuai batas aman untuk menekan risiko penyakit. “Banyak anak sekarang diberikan minum dan makan dengan gula tinggi. Jadi Indonesia suka gula. Padahal gula itu penyebab segala macam penyakit. Mulai dari ginjal, hati, stroke, jantung, itu penyebabnya gula,” ujar Budi.

Menurut dia, idealnya konsumsi gula per hari maksimal empat sendok teh. Dan jika lebih dari itu, berpotensi merusak ginjal, hingga efeknya harus kasus cuci darah seperti yang terjadi pada anak saat ini.

“Untung Jawa Barat kalau minum teh, pahit. Ini harus dicontoh. Jadi kalau bisa jangan pakai gula,” ucapnya.

Sementara Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengatakan peran orang tua dan keluarga sangat penting untuk saling mengingatkan agar mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, serta mengurangi konsumsi gula, garam dan lemak berlebih.

“Cuci darah kebanyakan ke anak (ada peningkatan), sekarang tetap peran orang tua yang penting untuk anak itu. Jangan sampai kejadian tidak dijadikan contoh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bey mengatakan pihaknya mendesak Kementerian Kesehatan dan pihak terkait untuk segera menerapkan label khusus pada makanan dan minuman kemasan, guna mencegah munculnya lonjakan kasus anak cuci darah yang angkanya terdeteksi tinggi.

Menurut Bey, dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan oleh Presiden Joko Widodo, Kementerian Kesehatan bisa segera menindaklanjuti dengan langkah menerapkan penandaan khusus pada makanan dan minuman terkait kandungan gula, garam, lemak (GLG).

“Kami harap segera memberikan penandaan kepada kemasan minuman makanan terkait GLG, sehingga masyarakat tak khawatir dan ada kepastian berapa gula yang baik, garam yang baik. Jadi tinggal diberikan tanda misalnya hijau berarti aman, itu kan masyarakat lebih mudah lagi dan akan aman serta bagus untuk anak-anak,” ujarnya.

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Jawa Barat memastikan tidak ada lonjakan jumlah pasien anak yang memerlukan pengobatan cuci darah atau hemodilalisis di rumah sakit tersebut.

Staf Divisi Nefrologi RSHS Bandung dr Ahmedz Widiasta di Bandung Kamis mengatakan, saat ini terdapat sekitar 20 anak menjalani cuci darah secara rutin setiap bulannya di Poliklinik Hemodialisis RSHS Bandung.

Dia menyatakan bahwa hingga saat ini jumlah pasien anak yang menjalani hemodialisis di RSHS stabil dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan beberapa pasien anak telah mendapatkan rujukan untuk mendapatkan pengobatan ke rumah sakit di daerahnya masing-masing.

** yev/rmol

Tags: penyakit gula
Share30Tweet19Send
sayyev

sayyev

Rekomendasi Untuk Anda

Karang Taruna Cileungsi Gelar LKBB Open 2026, Meriahkan HJB ke-544

by Arsyit Syarifudin
June 20, 2026
0
Karang Taruna Cileungsi Gelar LKBB Open 2026, Meriahkan HJB ke-544

AKTUALITA.CO.ID – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026, Karang Taruna Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor menggelar Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) tingkat SMP dan SMA...

Read more

AHY Tinjau Rehabilitasi MTsN 1 Kota Bogor, Progres Capai 95 Persen dan Segera Rampung

by Arsyit Syarifudin
June 19, 2026
0
AHY Tinjau Rehabilitasi MTsN 1 Kota Bogor, Progres Capai 95 Persen dan Segera Rampung

AKTUALITA.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung progres rehabilitasi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bogor, Jumat (19/6/2026). Dalam kunjungan...

Read more

Ciptadent dan Kolese Kanisius Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi untuk Siswa SLB Negeri 02 Jakarta

by Arsyit Syarifudin
June 19, 2026
0
Ciptadent dan Kolese Kanisius Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi untuk Siswa SLB Negeri 02 Jakarta

AKTUALITA.CO.ID – Permasalahan gigi berlubang masih menjadi salah satu isu kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan tahun 2025 menunjukkan bahwa gigi berlubang termasuk...

Read more

Diskominfo Kabupaten Bogor Perkuat Literasi Digital Pelajar Lewat OB Van Teman FM Goes to School

by Arsyit Syarifudin
June 19, 2026
0
Diskominfo Kabupaten Bogor Perkuat Literasi Digital Pelajar Lewat OB Van Teman FM Goes to School

AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong peningkatan literasi informasi, komunikasi, dan penyiaran digital bagi generasi muda. Salah satu upaya yang dilakukan...

Read more

‎Angka Perokok Remaja Meningkat, Pemkot Bogor Perkuat Komitmen Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah‎

by Arsyit Syarifudin
June 18, 2026
0
‎Angka Perokok Remaja Meningkat, Pemkot Bogor Perkuat Komitmen Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah‎

AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat upaya pencegahan perilaku merokok di kalangan remaja melalui program Smoke Free Youth Generation 2026 yang digelar di SMP Negeri 15...

Read more
Next Post
Arema Kontra Borneo di Final Piala Presiden 2024

Arema Kontra Borneo di Final Piala Presiden 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

Innalillahi, Gary Iskak Tutup Usia Usai Alami Kecelakaan

Innalillahi, Gary Iskak Tutup Usia Usai Alami Kecelakaan

November 29, 2025
Tren Diet Ala Tiffany Magee Tidak Sehat

Tren Diet Ala Tiffany Magee Tidak Sehat

August 24, 2023
Jadi Gudang Logistik Pemilu, Ini Penjelasan Sekdes Sukamaju

Jadi Gudang Logistik Pemilu, Ini Penjelasan Sekdes Sukamaju

February 12, 2024

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW