AKTUALITA.CO.ID – Layanan dunia pendidikan di tanah air, belum sepenuhnya baik-baik saja. Seperti yang tergambar di pelosok Kabupaten Bogor, tepatnya di kawasan Kampung Pasirangin Tonggoh, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk. Hak generasi bangsa dalam mengenyam dunia pendidikan sejak dini, dilakukan para relawan dengan alakadarnya.
Hujan gemericik yang menyelimuti kawasan Bogor di awal tahun 2026 ini tak menyurutkan kegiatan belajar mengajar di TK Plus Putra Bangsa. Tirai berbahan terpal, plastik dan sisa spanduk beragam kegiatan, menjadi pelindung puluhan siswa siswi murid sekolah itu.
Beralaskan tikar di bangunan bambu, mereka belajar banyak tentang ilmu pengetahuan. Wajah riang mereka, seolah menepis keluhan yang seharusnya mereka luapkan kepada para penguasa negeri ini. Ya, sekolah ini merupakan bagian dari proyek pendidikan Yayasan Daya Putra Bangsa (YAPABA) yang berkomitmen mendedikasikan diri pada visi besar mencerdaskan kehidupan bangsa sejak usia dini.
Sudah sejak dua tahun, mereka terus berjalan memberikan pendidikan paling dasar kepada putra-putri warga Kampung Pasirangin Tonggoh, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kehadirannya menjadi harapan baru bagi masyarakat sekitar untuk mendapatkan pendidikan anak usia dini yang terjangkau namun tetap berkualitas.
TK Plus Putra Bangsa tidak sekadar mengajarkan kemampuan akademik dasar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, kearifan lokal, serta kompetensi yang disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak. Proses belajar pun dirancang ramah anak dan menyenangkan, agar anak-anak dapat berkembang secara optimal, baik secara intelektual maupun karakter.
Heri Mardi Purwanto, Founder YAPABA menyampaikan, TK Plus Putra Bangsa lahir dari semangat pengabdian dan keterlibatan anak muda desa. “TK Plus Putra Bangsa adalah wujud ikhtiar kami untuk menghadirkan pendidikan usia dini yang layak bagi anak-anak desa. Ini adalah proyek idealis yang dijalankan oleh para relawan muda YAPABA, sebagai bentuk pengabdian nyata untuk masa depan generasi bangsa,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada pendidikan formal tingkat taman kanak-kanak, kata dia, YAPABA juga mengembangkan berbagai program pendukung. Di antaranya pelatihan komputer dan kursus Bahasa Inggris gratis bagi anak usia SD dan SMP yang dijalankan bersama MaPa Foundation. Selain itu, YAPABA mendirikan Taman Baca Putra Bangsa di sejumlah kampung dan desa, yang kini telah hadir di tiga lokasi sebagai ruang literasi masyarakat.
Isti Wuryanti, Kepala Pendidik di TK Plus Putra Bangsa, merasakan langsung dampak positif dari pendekatan pendidikan yang diterapkan. “Kami melihat perkembangan anak-anak bukan hanya dari kemampuan membaca atau berhitung, tapi juga dari sikap, kemandirian dan rasa percaya diri mereka. Lingkungan belajar yang hangat dan dekat dengan nilai lokal membuat anak-anak lebih nyaman dan cepat berkembang,” tuturnya.
Dengan semangat gotong royong dan pengabdian, TK Plus Putra Bangsa terus berupaya menjadi ruang tumbuh yang aman dan bermakna bagi anak-anak desa. Ke depan, Yapaba berharap inisiatif ini dapat terus berlanjut, menjangkau lebih banyak anak, dan menjadi inspirasi bagi lahirnya gerakan pendidikan berbasis komunitas di berbagai daerah.
(Sheila Nurullita)









