AKTUALITA.CO.ID _ Ditengah tantangan industri sepanjang semester pertama tahun 2024, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk melakukan upaya untuk memperkuat fundamental dan memberi nilai bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan. Diantaranya berupa pembagian dividen dan beberapa inisiatif untuk peningkatan operational excellence serta sinergi dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Dapat diketahui, (SIG) merupakan induk usaha dalam penyediaan produk bahan bangunan inovatif dan ramah lingkungan berbagai proyek pembangunan infrastruktur dan perumahan di Indonesia.
SBI berkomitmen memberikan nilai bagi pemegang saham terlaksana melalui pembayaran dividen tunai senilai Rp268,3 miliar kepada para pemegang saham Perseroan (berkode SMCB), Nilai tersebut naik 6,59% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp251,7 miliar. Keputusan itu telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) SBI, pada Jumat 31 Mei 2024 lalu.

Direktur Utama SBI Asri Mukhtar mengatakan, pada semester pertama tahun ini SBI mampu melalui karena keberhasilan Perusahaan melaksanakan berbagai program efisiensi pada pengelolaan operasional dan finansial.
“Meskipun dihadapkan dengan sejumlah tantangan berat, namun Perseroan berhasil mempertahankan laba positif dari upaya efisiensi, inovasi, dan penguatan sinergi bersama SIG sebagai induk usaha serta Taiheiyo Cement Corporation yang menjadi mitra strategis kami, “tutur Asri Mukhtar di Jakarta. Rabu (31/07/24).
Tidak hanya itu, lanjut Asri Mukhtar, kondisi oversupply dan situasi geopolitik dunia mempengaruhi harga komoditas dan inflasi. Sebagai tantangan industri semen domestik di paruh pertama tahun ini turut dipengaruhi oleh musim hujan.
“Dikuartal pertama dan banyaknya hari libur, jadi pada kuartal kedua yang menjadi konteks capaian target kinerja keuangan sepanjang paruh pertama tahun ini. Perseroan juga melaporkan kinerja keuangan konsolidasi (tidak diaudit) periode semester pertama tahun 2024, “ungkapnya.
“Sepanjang paruh pertama tahun ini, perseroan melaporkan pendapatan konsolidasi (tidak diaudit) sebesar Rp5,42 triliun, dengan total volume penjualan sebesar 6,3 juta ton, dan beban pokok pendapatan mencapai Rp4,46 triliun. Sementara EBITDA perusahaan tercatat sebesar Rp793,7 triliun dan laba periode berjalan mencapai Rp163,5miliar, “jelasnya.
Lebih lanjut, Asri Mukhtar mengatakan, secara historis permintaan pasar pada semester dua lebih tinggi dari semester pertama, terutama karena cuaca sudah memasuki musim kemarau yang ideal untuk melaksanakan pembangunan atau perbaikan.
“Guna memenuhi estimasi permintaan ekspor yang stabil hingga 1 juta ton semen tipe khusus dengan harga yang baik. Kemudian Fasilitas yang diproyeksikan mulai operasional pada tahun 2025 ini diharapkan akan mendukung peningkatan ekspor Perusahaan di tengah situasi oversupply industri semen domestik, “harapnya.
Menurutnya, Dalam aspek keberlanjutan, SBI berupaya meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif sebagai substitusi batu bara dalam proses produksi semen.
Karena itu, hingga saat ini SBI telah menjalin kerja sama pemanfaatan refuse-derived fuel (RDF) dari sampah perkotaan dengan berbagai daerah.
“Kerja sama ini mendukung SBI dalam meningkatkan pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif untuk mencapai target penurunan emisi karbon yang telah ditetapkan oleh perusahaan, serta kontribusi SBI dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui ekonomi sirkular selain dari penggunaan limbah industri dan biomassa, “tuturnya.
Selain kerja sama dalam pemanfaatan RDF, SBI juga berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk perbaikan ruas jalan utama dan proyek pembangunan trotoar di DKI Jakarta dan perbaikan ruas jalan tol di Surabaya menggunakan solusi rapid setting SpeedCrete dan SupeCrete, yaitu aplikasi beton cepat kering dalam hitungan jam yang ramah lingkungan.
Untuk itu, Dalam mendorong inisiatif dekarbonisasi melalui sumber energi terbaru, SBI juga menginisiasi penggunaan panel surya dengan kapasitas terpasang 6,39 MWp di Pabrik Tuban. Proyek ini merupakan percontohan panel surya rooftop dalam skala besar yang diterapkan di anak usaha SIG.
“Langkah ini tidak hanya menegaskan komitmen kami terhadap Sustainability Road Map 2030 yang telah ditetapkan perusahaan, tetapi juga merupakan tindakan nyata dalam mendukung target Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2050, “terang Asri Mukhtar.
Perlu diketahui, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%), dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG.
Perseroan ini juga menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.
*Rezza/Ns









