AKTUQLITA.CO.ID _ Denny Sumargo (Densu) dan Pratiwi Noviyanthi (Teh Novi) mendatangi kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/11/2024).
Kedatangan mereka bertujuan untuk memenuhi undangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) terkait polemik yang melibatkan donasi sebesar Rp1,5 miliar untuk Agus Salim, korban penyiraman air keras oleh karyawannya beberapa waktu lalu.
Denny Sumargo merasa perlu hadir dalam pertemuan tersebut mengingat situasi yang semakin memanas seputar penggalangan dana untuk Agus. ” Saya pikir situasinya sudah tidak kondusif. Jadi, saya merasa perlu hadir karena punya tanggungjawab menjaga keutuhan kita semua dalam usaha kebaikan. Menteri menyambut baik niat ini,” kata Denny di kutip dalam keterangannya, Minggu (01/12/24).
Selain Denny, Pratiwi Noviyanthi, pendiri Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan yang menggalang dana untuk Agus, turut hadir dalam mediasi. Denny mengungkapkan bahwa Kemensos kemungkinan akan memediasi konflik ini dengan melibatkan Agus untuk mencari solusi terbaik.
“Kemensos akan memediasi dan memanggil beberapa pihak, termasuk Agus, untuk mengarahkan penyelesaian terbaik. Semua demi kebaikan Agus juga,” jelas Denny.
Sementara, Menteri Sosial yang kerap disapa Gus Ipul menjelaskan bahwa, penggalangan dana ini merupakan ranah Kemensos, dan tujuan awalnya adalah untuk membantu mereka yang membutuhkan. Namun, dalam perjalanannya konflik muncul karena adanya kesalahpahaman.
“Ini semua berawal dari niat baik membantu sesama. Tapi karena satu dan lain hal, muncul kesalahpahaman. Kami ingin mengembalikan fokus pada tujuan awal, yakni saling membantu, tanpa menimbulkan konflik di masyarakat,” ungkap Gus Ipul.
Diketahui sebelumnya, mediasi antara Pratiwi Noviyanthi dan Agus sempat dilakukan dengan melibatkan Farhat Abbas sebagai kuasa hukum Agus, Krisna Murti, dan Brian Praneda sebagai kuasa hukum Novi. Namun, mediasi tersebut gagal ketika Novi memutuskan walkout setelah adanya ketidaksepakatan terkait penandatanganan draft perdamaian tersebut.
Farhat Abbas sebelumnya bersedia menandatangani draft perdamaian yang disusun oleh Brian. Namun, Novi meminta agar Denny Sumargo turut dilibatkan dalam penandatanganan tersebut. Farhat Abbas keberatan dengan permintaan ini, mengingat nama Denny tidak tercantum dalam draft perdamaian. Dalam situasi yang semakin tegang, Farhat bahkan meminta agar komunikasi dengan Denny dihentikan.
Konflik semakin memanas ketika Farhat bersikeras agar uang donasi diserahkan kepada Agus untuk pengobatannya, sementara Denny menyatakan bahwa donatur tidak lagi sepakat untuk memberikan dana tersebut kepada Agus. Perbedaan pendapat ini menyebabkan proses tanda tangan batal, dan Novi memilih untuk meninggalkan ruangan karena merasa tidak sepakat dengan keputusan tersebut.
(rezza apit)









