AKTUALITA.CO.ID – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka atas kabar kepergian aktor senior Gary Muhammad Iskak, yang menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 29 November 2025 pukul 09.24 WIB di RS Suyoto.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemar yang telah mengikuti perjalanan kariernya sejak awal 2000-an.
Lahir di Jakarta pada 10 Juli 1973, Gary merupakan aktor berdarah Indonesia–Belanda yang tumbuh di lingkungan keluarga seniman. Bakatnya bukan datang tiba-tiba, melainkan mewarisi garis seni dari sang kakek, Robert Maria Iskak atau Bob Iskak, sutradara dan seniman pada masa awal kemerdekaan.
Gary juga merupakan kakak dari aktor Khiva Iskak serta keponakan dari sejumlah figur besar perfilman Indonesia seperti Alice Iskak, Boy Iskak, dan Indriati Iskak. Dengan latar keluarga seperti itu, dunia seni seakan sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.
Karier Gary di layar lebar dimulai lewat film Bintang Jatuh (2000). Sejak debut tersebut, ia menjadi salah satu aktor yang aktif tampil dengan karakter yang beragam, mulai dari drama, aksi, hingga horor.
Beberapa film yang melambungkan namanya antara lain:
Ada Apa Dengan Cinta? (2002)
Ungu Violet (2005)
Merah Itu Cinta (2007)
Pocong 3
Kawin Kontrak 3 (2013)
Mangga Muda (2020)
Gary juga dikenal lewat sejumlah peran cameo yang ikonik, seperti waria di Insya Allah Sah (2017), pendekar tongkat bengkok di Warkop DKI Reborn 3 (2019), serta montir di Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020).
Di dunia sinetron, ia mulai dikenal sejak Opera SMU (2001) dan kemudian membintangi puluhan judul populer seperti Buku Harian Baim, Heart Series 2, Cahaya Hati, hingga Kun Anta 2.
Keluarga menyampaikan bahwa Gary meninggal dunia di RS Suyoto pada Sabtu pagi. Mereka memohon doa serta meminta agar masyarakat berkenan memaafkan segala kekhilafan almarhum.
Kepergian Gary Iskak menjadi kehilangan besar bagi dunia perfilman Indonesia. Sosoknya dikenal ramah, profesional, serta selalu total dalam bekerja. Karya-karyanya akan tetap hidup, menjadi jejak yang melekat di hati penonton dan sesama pekerja seni.
(Momo)









