AKTUALITA.CO.ID – Di tengah suasana pedesaan yang asri dan jauh dari hiruk-pikuk kota, Sicabar Cafe hadir sebagai ruang singgah yang menawarkan lebih dari sekadar kopi. Berdiri sejak tahun 2022, kafe ini berlokasi di Jl. Pasar Cikereteg, Gang K.U.D/Masjid Al-Huda, Kampung Batu Kembar RT 01 RW 07, Desa Ciderum, Kabupaten Bogor.
Satu kawasan dengan Desa Wisata Ciderum, Sicabar Cafe menjadi tempat favorit bagi siapa pun yang ingin bersantai sambil menikmati alam dan nuansa edukasi lingkungan.
Sicabar Cafe lahir dari gagasan sederhana dan menghadirkan tempat istirahat dan berkumpul yang nyaman bagi masyarakat dan pengunjung desa wisata. Namun, seiring waktu, tempat ini berkembang menjadi ruang interaksi, diskusi, dan kebersamaan yang hangat.
“Awalnya kami ingin membuat tempat santai saja, tempat orang bisa istirahat, ngopi, dan ngobrol. Tapi ternyata, suasana alam dan kebersamaan di sini membuat Sicabar punya cerita sendiri,” ujar Kang Bento, pendiri Sicabar Cafe.
Dari sisi menu, Sicabar Cafe menyajikan pilihan yang sederhana dan nikmat. Untuk makanan ringan tersedia singkong goreng, pisang goreng, donat, dan camilan lainnya. Sementara menu makanan beratnya meliputi ayam penyet, nasi telur dadar, ayam nugget, dan beragam hidangan rumahan. Untuk minuman, pengunjung bisa menikmati kopi batu kali hot, kopi Sicabar dingin, soda gembira, susu jahe hangat, hingga aneka minuman segar lainnya. Dengan harga yang ramah di kantong, mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000.

Keunikan Sicabar Cafe terletak pada konsep ruang dan suasananya. Kafe ini memiliki ruangan indoor dan outdoor, dengan latar suara air kali yang bergemuruh, pemandangan taman sayuran, serta kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan domba Garut. Tak hanya itu, Sicabar Cafe juga menghadirkan merchandise hasil daur ulang sampah seperti tas, dompet, keranjang, dan pot dari plastik, yang mencerminkan semangat ramah lingkungan Desa Wisata Ciderum.
Dalam operasionalnya, Sicabar Cafe didukung oleh dua pegawai, Bayu dan M. Subhan, yang melayani pengunjung dengan suasana kekeluargaan khas desa. Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap, mulai dari area indoor dan outdoor, mushola, toilet, area parkir, hingga pendopo luas berkapasitas sekitar 100 orang yang kerap digunakan untuk kegiatan komunitas. Tersedia pula spot foto yang menjadi favorit pengunjung untuk mengabadikan momen.
Bagi pengunjung, pengalaman di Sicabar Cafe terasa berbeda. Indri, salah satu pengunjung, mengaku terkesan dengan suasana yang ditawarkan. “Ngopi di sini rasanya lebih tenang. Kita bisa dengar suara air, lihat hijau-hijauan, bahkan interaksi dengan domba. Bukan cuma nongkrong, tapi juga healing,” tuturnya sambil tersenyum.
Tempat ini menyatukan alam, edukasi, dan kebersamaan dalam satu ruang sederhana. Di Sicabar Cafe, setiap tegukan kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang menikmati ketenangan, kepedulian lingkungan, dan hangatnya interaksi manusia di tengah desa.
Sheila









