AKTUALITA.CO.ID _ Tak diajak mengajukan pendapat saat pembahasan uji coba Tempat Pengolahan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo. Kepala Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Daman Huri merasa kecewa. Minggu (12/5/24).
Daman Huri menyebut, secara teritorial keberadaan TPPAS Nambo memang ada di wilayah Kecamatan Klapanunggal. Namun, jika bicara lintas, nantinya kan melintasi exit tol Gunung Putri. Dimana jarak antara exit tol dengan kantor desa dan warga sekitar itu sangat dekat sekali. Daman Huri meminta hal-hal demikian untuk juga difikirkan oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.
“ Tadinya saya berharap, akan diberikan ruang untuk bicara, nyatanya hanya Kecamatan Klapanunggal yang diberi ruang untuk bicara, jikapun nanti ada hal yang membuat warga tidak nyaman, sebagai kepala desa di Gunung Putri saya tidak akan ikut campur, karena selama uji coba dan sosialisasi Desa Gunung Putri tidak pernah diajak untuk bicara,” tegas A Heri sapaan akrabnya kepada Aktualita.co.id.
Padahal, A heri menyebut, Dirinya hanya ingin tau apakah system pengangkutan sampahnya masih menggunakan armada model truk seperti di Bantar Gebang dan Galuga atau menggunakan armada box yang tertutup, sehingga air yang dihasilkan dari smapah tidak tercecer dan bau dari sampah juga tidak keluar.
“ Jika masih menggunakan armada yang sama seperti truk, sudah pasti air dari sampah akan menghasilkan bau yang tidak sedap, begitupun hawa dari sampah tersut. Desa Gunung Putri, sering kali mendapatkan kunjungan dari luar daerah, dan dinobatkan sebagai desa terbaik tingkat nasional. Jika ada tamu berkunjung nanti terhirup udara dari sampah, itu akan menurunkan minat pengunjung dan kenyamanan pastinya,” cetusnya.
“ Sekali lagi saya tidak menghalangi program pemerintah, tapi paling tidak dampak plus minusnya harus diperhitungkan, TPPAS Nambo itukan bisnis, yang namanya bisnis pasti ada keuntungan. Untuk hal yang berakhir mendapatkan keuntungan, baiknya jangan meberikan kerugian juga kepada masyarakat, apalagi bau sampah ini akan berdampak jangka panjang,” ujarnya.
Sementara, Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, Untuk TPPAS Nambo Herman menyebut adalah kepentingan lintas kabupaten dan kota. Untuk Pemerintahan Provinsi Jabar sendiri Insya Allah konsisten untuk mengawal, tapi tentu pengawalan provinsi itu membutuhkan dukungan tuan rumah yaitu Kabupaten Bogor.
“ Jika tidak ada halangan, hari Sabtu ini tim dari provinsi dan kabupaten akan melakukan sosialisasi untuk memastikan masyarakat juga paham dengan situasi kondisi dilapangan, dan tentu bukan tanpa kekurangan bukan tanpa keterbatasan, masyarakat silakan menyampaikan aspirasi dan insya Allah kami dari pemerintahan provinsi jika ada persoalan sampah di Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan sekitarnya bisa diatasi dengan baik,” terang Herman.
Lebih lanjut, Herman menngatakan, minggu depan TPPAS Nambo sudah bisa diujicobakan. Adapun hal lain-lain mari kita bicarakan, mari kita selesaikan. Kami di pemerintahan kabupaten dan provinsi akan mencarikan jalan terbaik, terkhusus untuk persoalan lintasan jalan yang masih menadi bahan perbincangan.
“ Kalau ada kendala silakan sampaikan, barusan juga pak Bupati pak kadis menyampaikan nanti kita akan duduk bersama. Jangan sampai karena ada persoalan kemudian ini tertunda-tunda yang rugikan kita semua. Oleh karena itu agar ini bisa berjalan dengan baik saya meminta Pak Bupati Bogor dan jajaran untuk mencarikan solusi persoalan ini, begitupun kepada masyarakat kami juga meminta dukungan dan bantuannya, agar proses uji coba nanti bisa lancar dan TPPAS Nambo bisa beroperasi dengan baik,” harapnya.
*Rezza









