Duta Persahabatan Kini Dikenang
Rintik hujan mengiringi prosesi pemakaman Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Minggu (08/03/2026) pagi. Ya, musisi muda itu berpulang setelah bertahan melawan rasa sakitnya sambil tetap menghibur masyarakat selama periode tujuh tahun lamanya.
Oleh: TIM REDAKSI
Prosesi pemakaman Vidi yang berlangsung sekitar pukul 8.15 WIB diliputi dengan suasana penuh duka. Para pelayat mengenakan baju bernuansa hitam seraya tangan mereka menengadah mengucap doa dan memegang payung. Lantunan doa ayat suci Al-Qur’an juga tak berhenti selama prosesi pemakaman.
Selain keluarga, sejumlah selebritas juga terlihat saat pemakaman Vidi Aldiano. Sebelum dimakamkan, jenazah Vidi Aldiano disalatkan di Masjid Jami’ Ath-Thoyyibah Cilandak Barat dekat rumah duka. Salat jenazah berlangsung khidmat.
Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (07/03/2026) sore, dalam usia 35 tahun setelah berjuang melawan sakit kanker ginjal sejak 2019. Akibat sakit yang dideritanya, ia memutuskan hiatus dari karier musisi demi fokus untuk menjalani proses pengobatan dan berjuang untuk pulih dari penyakit tersebut.
Pada Juni 2025, Vidi menyebut kanker dalam tubuhnya menyebar. Ia kemudian mengungkapkan obat yang diberikan adalah obat yang pertama kali diberikan dokter ketika ia didiagnosis kanker di Singapura.
Sejumlah artis, musisi, selebritas, dan pemengaruh menghadiri pemakamannya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Dalam suasana duka, figur-figur publik yang menghadiri pemakaman terlihat saling menguatkan satu sama lain. Beberapa di antaranya tampak meneteskan air mata.
Sheila Dara Aisha menghadiri pemakaman suaminya didampingi oleh anggota keluarga dengan penjagaan ketat. Pemeran utama film “Sore” terlihat sangat terpukul. Dia meninggalkan permakaman sekitar pukul 10.00 WIB.
Hujan mengguyur area permakaman saat jenazah Vidi dimakamkan. Upacara pemakaman penyanyi bernama asli Oxavia Aldiano itu berlangsung sekitar dua jam sampai pukul 10.00 WIB. Selain keluarga, kerabat, dan sahabat, warga sekitar juga memadati area depan permakaman saat jenazah Vidi dikebumikan.
Habib Ja’far menyebut Vidi Aldiano berpulang dalam keadaan terbaik karena mengembuskan napas terakhir pada bulan suci Ramadan, tepat pada momen Nuzulul Quran. Ia meyakini perjuangan Vidi melawan kanker ginjal selama tujuh tahun tanpa banyak mengeluh menjadi wasilah penggugur dosa bagi almarhum.
“Insya Allah sahabat kita, keluarga kita, Vidi Aldiano, dalam keadaan yang terbaik, karena di hari dan bulan yang terbaik, yaitu bulan suci Ramadhan, dan hari diturunkannya Al-Quran, yaitu Nuzulul Quran 17 Ramadhan. Justru semakin dekat kepada Allah, semakin banyak ibadahnya,” tuturnya.
Selama berjuang menghadapi kanker, Vidi tetap aktif dan penuh semangat. Pribadinya yang hangat membuat rekan-rekannya menjuluki dia sebagai duta persahabatan.
Menurut World Cancer Research Fund, kanker ginjal merupakan jenis kanker ke-10 yang paling umum pada pria dan kanker ke-13 paling umum pada perempuan.
Siaran informasi di laman resmi Cleveland Clinic menyebutkan bahwa kanker ginjal adalah tumor ganas yang muncul di ginjal, organ tubuh yang menyaring darah, menyeimbangkan cairan dalam tubuh, dan membuang limbah.
Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel sehat berubah, bermutasi menjadi sel kanker yang membentuk tumor. Perubahan ini mungkin terjadi tanpa alasan yang diketahui, tetapi ada faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya.
Menurut informasi di laman resmi Institut Kanker Nasional Amerika Serikat, faktor yang dapat meningkatkan risiko orang mengalami kanker ginjal antara lain kebiasaan merokok dan menyalahgunakan obat pereda nyeri dalam jangka panjang.
Faktor risiko yang lain meliputi kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, adanya riwayat kanker ginjal dalam keluarga, dan kondisi genetik tertentu seperti penyakit von Hipple-Lindau.
Menurut informasi dalam jurnal berjudul Epidemiology and Risk Factors for Kidney Cancer di Journal of Clinical Oncology pada Oktober 2018, kanker ginjal sebagian besar ditemukan pada orang dewasa.
Angka kejadian kanker ginjal pada pria menurut jurnal itu dua kali lebih tinggi dibandingkan pada perempuan. Kanker ginjal mungkin tidak menimbulkan gejala yang terlihat sampai mulai menyebar ke luar ginjal.
Gejalanya dapat meliputi kencing berdarah, kelelahan, demam berulang, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, nyeri di bagian belakang perut, dan muncul benjolan di sisi tubuh di antara tulang rusuk dan pinggul.
Orang yang mengalami gejala seperti urine berdarah atau nyeri di sisi tubuh yang tidak kunjung hilang dianjurkan menjadwalkan janji temu dengan penyedia layanan kesehatan agar bisa menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Jika hasil tes menunjukkan indikasi munculnya kanker ginjal, penyedia layanan kesehatan akan merujuk pasien ke ahli onkologi agar bisa menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pengobatan kanker ginjal dilakukan berdasarkan pada stadium kanker. Pilihan penanganan jenis kanker ini bisa mencakup pembedahan, ablasi, terapi radiasi, imunoterapi, dan terapi yang ditargetkan. (pelbagai sumber)









