AKTUALITA.CO.ID _ Demi mendapatkan uang jajan yang lebih tanpa membebankan orang tua, Rudy Susmanto pernah menjadi tukang ojek serta menjual tanaman hias di Pasar Nongko pada saat masih kuliah.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Rudy Susmanto saat podcast bersama team aktualita.co.id di Nusantara Polo Club, Cibinong, Kabupaten Bogor. Rabu (02/10/24).
” Jadi memang saat itu dalam segala keterbatasan kesederhanaan yang kita miliki, inisiatiflah pada saat itu kalo kita ingin mempunyai uang jajan lebih dan ingin seperti teman-teman yang lain maka saya harus bekerja. Itu pun ibu dan bapak saya tidak pernah menyuruh saya harus bekerja,” ungkap Rudy Susmanto.
Rudy mengatakan, pertama kali dirinya dibelikan sepeda motor saat ia duduk dibangku kuliah. Itupun karena jarak dari rumah ke Universitas Muhamadiyah Surakarta yang sangat jauh.
” Pertama saya dibelikan motor itu motor vespa butut jadul banget pokonya. Dibelikan motor itupun untuk kuliah karena jarak yang cukup jauh. Pada saat saya diberikan kendaraan vespa tersebut akhirnya saya bisa menggali potensi diri saya, saya bisa berkeliling kemana – mana bersilaturahmi dengan teman teman,” terang Rudy.
Kemudian, kata Rudy, Karena bapak saya pindah tugas sehingga bapak saya harus kembali membeli sebuah motor, yaitu motor honda bermerek kharisma dengan jangka cicilan waktu itu selama 5 tahun.
Karena gaji terbatas dan pas – pasan maka saya inisiatif untuk mengojek menggunakan motor kharisma tersebut setelah bapak saya pulang dari dinasnya.
” Pada saat itu pun tujuan saya bukan untuk mencari mata pencarian, tapi dengan tujuan untuk menambah uang jajan sehari hari saya. Alhamdulillah karena tekun dan juang saya, pada saat saya semester 2 saya diberi beasiswa sampai akhir kuliah, kemudian pada semester 4 saya diberi kepercayaan menjadi asisten dosen sehingga saya diijinkan untuk tinggal di kampus tersebut,” jelasnya.
” Pada saat itu saya tinggal dikampus dan jarang pulang, saya mengojek dan mengajar di kampus tersebut sehingga saya memiliki rezeki yang cukup sehingga saya mencoba berwirausaha dengan menjual tanaman hias di Pasar Nongko di Kota Solo,” paparnya.
Dimomentum itu, lanjut Rudy, sangat beruntung karena jual tanaman hias itu sedang tinggi tingginya harga jual, dan sedang laku – lakunya.
” Karena sedang tinggi – tinggi nya harga jual tanaman hias dan sedang laku lakunya. Mulai itu pemasukan saya menambah dan Alhamdulillah hasil jualan tanaman hias saya itu berjalan dengan baik,” ujarnya.
“Karena waktu yang cukup padat diwaktu itu, sehingga saya harus memiliki karyawan untuk jaga usaha saya ketika saya mengajar kuliah, pagi saya mengajar kemudian menjual tanaman dan habis magrib saya mengojek. Itu rutinitas saya ketika saya masih muda dimasa kuliah,” pungkasnya.
Rudy menyebut, untuk ada sampai dititik sekarang tidaklah mudah. Banyak hal yang dirasakan karena dirinya bukan berasal dari orabg berada, oleh karena itu ia pesan jangan patah semangat.
” Yakin pada kemampuan diri, dan pastikan tidak ada yang merusak tujuanmu dengan mengganggu fikiranmu,” pungkasnya.
**rezza









