AKTUALITA.CO.ID _ Turunkan risiko angka stunting di Kabupaten Bogor, Pj Bupati Bachril Bakri luncurkan program unggulan Sekolah Pranikah. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 7 hari di Pesantren Nurul Sodiqin, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Program Sekolah Pranikah dilaunchingkan langsung ole Pj Bupati Bogor di Aula Al Basyariah, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Dan akan diikuti oleh 70 peserta dengan taerget sasaran usia 12 sampai 18 tahun. Sabtu (25/1/25).
“ Program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) IPB University,”ungkap Bachril kepada Aktualita.co.id.
Sementara, Dosen IPB University, Yulina Eva Riany menjelaskan, sekolah pranikah bukan mempersiapkan mereka segera menikah, tapi mematangkan mereka supaya mengambil keputusan yang tepat kapan akan menikah. Ada 12 materi yang diberikan kepada peserta, diawali dengan bagaimana dari sisi agama, kemudian untuk meyakinkan anak remaja supaya mereka tidak segera melakukan pernikahan di bawah usia 19 tahun.
“ Kemudian juga menjelaskan bahaya jika mereka menikah di bawah usia 19 tahun. Selain itu kami juga perkuat kapasitas mereka dengan memberikan informasi tentang pengasuhan, tentang komunikasi, interaksi saat mereka menikah nanti,” jelas Yulina.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini menambahkan, selain dari faktor sosial ekonomi, kehamilan di luar nikah juga menjadi alasan terjadinya pernikahan dini. Pengetahuan yang rendah mengenai bahaya perilaku seksual dan paparan pergaulan dari teman sebaya meningkatkan kemungkinan remaja melakukan perilaku seks di luar nikah, dan mengakibatkan kehamilan yang mendorong terjadinya perkawinan anak.
“Oleh karena itu, diperlukan desain program pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda secara matang sebelum mereka memutuskan untuk menikah di usia muda, khususnya bagi anak di Kabupaten Bogor,” kata Sussy. (red)









