AKTUALITA.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor terus menggencarkan program pemasangan stiker di rumah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai upaya meningkatkan transparansi penyaluran bantuan sosial.
Hingga saat ini, pemasangan stiker telah dilakukan di 21 dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.
”Yang ditempeli stiker itu baru penerima PKH, dan itu baru 21 kecamatan dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf saat menghadiri kegiatan Cileungsi Beraksi Open 2026 di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/6/2026).
Ia menargetkan seluruh rumah penerima PKH di seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor telah selesai dipasangi stiker paling lambat pada akhir tahun 2026.
”Target kami, semua kecamatan sudah selesai di akhir tahun ini,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah memiliki berbagai program bantuan sosial, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Penerima Bantuan Iuran (PBI), Program Indonesia Pintar (PIP), dan sejumlah program lainnya. Namun, untuk saat ini pemasangan stiker baru diberlakukan bagi penerima manfaat PKH.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk transparansi sekaligus menjawab banyaknya laporan masyarakat terkait dugaan ketidaktepatan sasaran penerima bantuan.
”Banyak laporan yang masuk kepada saya, misalnya ada keluarga yang sudah mapan tetapi masih menerima bantuan, sementara keluarga yang benar-benar tidak mampu justru belum menerima. Supaya semuanya terang benderang, Dinas Sosial Kabupaten Bogor mengambil langkah memasang stiker di rumah penerima PKH,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah warga yang menolak rumahnya ditempeli stiker. Namun, pihaknya memberikan konsekuensi tegas bagi mereka yang menolak.
”Kalau tidak mau ditempeli stiker, konsekuensinya harus menandatangani surat pengunduran diri sebagai penerima bantuan. Itu sudah banyak yang seperti itu,” tegasnya.
”Jadi ketika petugas datang memasang stiker lalu mereka menolak, kami minta menandatangani surat pengunduran diri. Nantinya bantuan akan dialihkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Farid menilai pemasangan stiker juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar proses penyaluran bantuan sosial lebih terbuka dan tidak menimbulkan prasangka di lingkungan sekitar.
”Selama ini masyarakat sering tidak mengetahui siapa yang menerima bantuan dan siapa yang tidak. Akibatnya saat pembagian bantuan muncul rasa iri atau saling curiga. Dengan adanya stiker, masyarakat menjadi tahu siapa penerima bansos sehingga tidak lagi menimbulkan prasangka,” pungkasnya.
(Retza)
AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor resmi menetapkan nama Jalan H.M. Syurdi Rusuh untuk ruas jalan yang dimulai dari depan Kantor Pos Jonggol. Penetapan nama jalan tersebut disambut baik...
Read more









