AKTUALITA.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS H. Achmad Fathoni melalui anggaran aspirasinya bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader PKK Tahun 2026 bagi kader PKK di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) II.
Kegiatan yang mengusung tema “Kader PKK Adaptif, Bahagia, Berdaya, dan Berdampak bagi Masyarakat” ini berlangsung di Hotel Bayak and Resort, Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (5/8/26), dan akan berlangsung hingga Jumat (7/8/26).
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor itu mengatakan, pelatihan tersebut merupakan tahun kedua pelaksanaannya setelah sebelumnya digelar pada 2025. Menurutnya, program ini kembali dianggarkan karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi para kader PKK.
”Ini merupakan tahun kedua pelaksanaan pelatihan bagi kader PKK di wilayah Dapil II. Saya kembali menganggarkan program ini karena ibu-ibu PKK merasakan manfaat yang sangat besar dari pelatihan pertama pada tahun 2025,” ujar Fathoni kepada Aktualita.co.id.
Ia menegaskan, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari aspek administratif seperti tingkat kehadiran peserta atau ketepatan waktu, tetapi harus dilihat dari hasil yang dirasakan setelah kegiatan selesai.
”Saya berharap evaluasi dilakukan berdasarkan outcome atau hasilnya. Apakah pelatihan ini mampu meningkatkan kinerja kader, menambah semangat, memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, dan memberikan dampak nyata. Hal-hal seperti itulah yang harus menjadi bahan evaluasi, baik oleh dinas maupun melalui masukan dari masyarakat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, pelaksanaan tahun ini memiliki keistimewaan karena untuk pertama kalinya DPMD memberikan kesempatan kepada pihaknya untuk ikut menyusun kurikulum pelatihan.
Menurutnya, penyusunan materi dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata para kader PKK. Dalam proses tersebut, ia turut melibatkan Enny Musfiroh yang merupakan ketua pokja III Desa Ciangsana serta Ketua PKK Kecamatan Gunung Putri, Mariam Otfani yang bertugas untuk menggali masukan langsung dari para kader PKK mengenai materi yang benar-benar dibutuhkan.
”Dari hasil masukan tersebut akhirnya tersusun enam materi pelatihan. Saya melihat seluruh narasumber yang dihadirkan sangat kompeten. Harapannya, materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelatihan diikuti oleh 100 peserta, Jumlah tersebut merupakan alokasi maksimal yang tersedia sehingga pembagiannya dilakukan secara proporsional di wilayah Bogor Timur.
”Pesertanya hanya 100 orang. Karena jumlah desa di Bogor Timur sekitar 75 desa, tentu tidak mungkin dibagi merata. Kecamatan Gunung Putri mendapatkan alokasi lebih banyak, sementara kecamatan lainnya disesuaikan berdasarkan hasil rapat. Alhamdulillah, berdasarkan laporan yang saya terima seluruh peserta hadir,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Kabupaten Bogor Rani Siti Nuraini mengatakan, pelatihan tahun ini menghadirkan enam materi yang dirancang secara aplikatif agar dapat langsung diterapkan oleh para kader di masyarakat.
”Ada enam materi, Materi pertama membahas pengelolaan PKK di Kabupaten Bogor dengan narasumber dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor. Materi kedua membahas manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang disampaikan oleh tenaga ahli hukum dari DP3AP2KB Kabupaten Bogor. Materi ini diberikan sebagai bekal bagi kader PKK agar memahami langkah-langkah penanganan maupun mekanisme pengaduan ketika menemukan kasus di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, Materi ketiga mengangkat tema kesehatan mental perempuan, yang disampaikan oleh psikolog klinis Irma Gustiana dari Klinik Ruang Tumbuh. Materi tersebut membahas bagaimana perempuan dapat menjaga kesehatan mental sekaligus menjadi pribadi yang bahagia dan berdaya di tengah berbagai tuntutan kehidupan.
Bukan cuma itu, peserta juga mendapatkan materi digital marketing yang dibawakan oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Djuanda (UNIDA), Dr. Robby Fibriandoko beserta timnya.
Dalam sesi ini, kata Rani, para kader tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik membuat konten digital serta pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce sebagai peluang usaha.
”Materi kelima membahas etika dan kepercayaan diri bagi kader PKK sebagai tokoh masyarakat di lingkungannya. Sesi ini disampaikan oleh widyaiswara dari Sekretariat Negara. Sedangkan materi terakhir membahas pengelolaan sampah rumah tangga yang disampaikan oleh praktisi sekaligus dosen IPB, Dr. Arif Arif Yudo,” paparnya.
”Kami menyusun enam materi yang benar-benar aplikatif sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh para peserta dan nantinya dapat ditularkan kepada kader PKK lainnya di desa masing-masing,” tambahnya.
Ia mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas kader PKK sebagai mitra pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat.
”Kami ingin memberikan bekal yang utuh kepada para kader, mulai dari kesehatan mental, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, digital marketing, hingga pengelolaan sampah. Harapannya ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan ditularkan kepada kader lainnya sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya.
(Retza)








