AKTUALITA.CO.ID – PT Gamma Buana Persada menyelenggarakan Pertemuan Tahunan SEARAC (Southeast Asia Regional Advisory Committee) dan Lokakarya Teknis Instruktur dan Asesor 2025 di Sport Center Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (07/05/25).

Acara ini dihadiri oleh para peserta dari berbagai perusahaan dan organisasi akses tali (rope access) di kawasan Asia Tenggara.
Owner PT Gamma Buana Persada Sabandi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan IRATA (Industrial Rope Access Trade Association) untuk kawasan Asia Tenggara yang difokuskan pada pembahasan standar keselamatan kerja di ketinggian, serta perkembangan terbaru dalam teknologi dan peralatan rope access.
“Ini adalah pertemuan regional IRATA untuk South Asia, di mana seluruh member berkumpul untuk berdiskusi mengenai standar keselamatan dan peralatan kerja di ketinggian. Rope access adalah metode kerja yang aman, mengacu pada standar internasional,” kata Sabandi.
Ia menambahkan, pertemuan ini rutin dilaksanakan setahun sekali secara bergilir di negara-negara lain, dan ini merupakan kali kedua Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah.
Ia mengungkapkan, dalam acara tersebut CEO IRATA dari Inggris turut hadir dan mempresentasikan sejumlah pembaruan aturan dalam asosiasi, termasuk penerapan standar pelatihan terbaru serta digitalisasi sistem keanggotaan bagi perusahaan maupun personel.
“Kami telah menjadi anggota IRATA selama lebih dari 15 tahun. Keanggotaannya memberikan banyak keuntungan, terutama dalam menjamin keamanan dan standar kerja yang tinggi di bidang akses tali,” kata Sabandi.
Sementara itu, Ketua IRATA SEARAC Syed Badruddeen mengungkapkan bahwa, pertemuan tahunan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar anggota di Asia Tenggara, serta meningkatkan pemahaman terhadap perubahan dan kebijakan baru IRATA.
“Tahun ini kami merasa terhormat dapat menyelenggarakan pertemuan di Jakarta. Dengan semakin banyaknya anggota baru dari Indonesia, kami ingin mengedukasi dan menyatukan komunitas rope access, serta mendorong partisipasi aktif dalam perkembangan standar industri,” jelas Syed.
“Untuk anggota berhak menjadi anggota penuh, perusahaannya harus memahami statistik, perubahan yang kita hadapi dengan Asosiasi kita. Dengan semua implementasi baru yang menjadi fokus kami adalah meningkatkan dan mendidik anggota baru dan untuk mendapatkan lebih banyak perusahaan dan anggota baru di Indonesia,” paparnya.
Menurtnya, Acara tahun ini dihadiri oleh perwakilan dari sembilan negara di Asia Tenggara. “Ini ada 9 negara yang hadir, dan menjadikan forum strategis untuk bertukar pengalaman, memperbarui pengetahuan teknis, dan membangun jaringan profesional dalam industri akses tali,” pungkasnya.









