AKTUALITA.CO.ID _ Anggota DPRD Kota Bogor dari Komisi 1 dan 4 kunjungi kediaman MLI yang menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru di sekolahnya beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Reski Kartika mengatakan, bahwa saat ini dirinya mengunjungi korban ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya. Kami bisa membantu korban untuk mendapatkan keadilan.
“Kita lakukan kunjungan ini, jujur sangat sedih mendengar ini karena saya juga seorang ibu jadi agak terenyuh gitu ya ketika anak kita dilakukan seperti ini,” kata Reski kepada aktualita.co.id, di kediaman ibunda MLI yang terletak di Sukamulya RT.03/05, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Kamis (31/10/24).
Ia mengungkapkan, Kita dari komisi 4 yang juga menaungi perlindungan anak akan membantu keluarga korban untuk mengurus sesuatu halnya, agar MLI mendapat haknya sebagai anak dan pelajar.
“Dan kita juga akan kawal permasalahan ini sampai selesai. Sampai ada keadilan dan gurunya harus mendapatkan hukuman yang setimpal,” tegasnya.
“Saya juga meminta untuk anak jika dilakukan tidak baik mengadu, jika tidak kepada orang lain maka ke orang tua. Karena permasalahan ini sempat tidak diketahui karena anak ini tidak berbicara kepada orang tuanya. Saya berharap tidak ada lagi yang seperti ini di sekolah lain,” harapnya.
Sementara, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Tri Riyanto Andhika Putra, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk melakukan tindakan kepada sekolah dan tenaga penduduknya yang telah melakukan penganiayaan terhadap muridnya.
“Ini sangat miris ya kalo masalah pendidikan, guru inikan mendapat pelatihan sebagai pendidik dari disdik tapi perlakuannya seperti ini. menurut saya mental anak jika diperlakukan dengan kekerasan ini sudah sangat salah dan tidak baik,” kata Riyan sapaan akrabnya.
“Disdik juga harus melakukan tindakan jangan hanya diam. Dan mungkin nanti kami dari komisi 4 akan memanggil disdik dan sekolah untuk mengklarifikasi terkait permasalahan ini. dan kita akan mengawal proses hukum yang ada sampai beres,” ungkapnya.
Seperti yang disampaikan tadi, kata Riyan, dari pihak sekolahnya pun ada indikasi ancaman yang harus ditindak tegas. Dan ini juga masuk kepada dinas perlindungan anak untuk memantau lebih dalam terkait mental korban.
“Saya berharap juga dinas perlindungan anak untuk memantau mental dari anak tersebut, sehingga tidak mengalami trauma dan lain sebagainya,” pintanya.
“Saya yakinkan kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas biar ini tidak terulang kembali. Dan disebutkan juga kejadian ini sering terjadi yang berarti bukan pertama kali maka kita akan lakukan pemanggilan untuk mengetahui lebih dalam,” pungkasnya.
(rezza apit)









