AKTUALITA.CO.ID – Camat Sukamakmur Bakri Hasan menyampaikan bahwa kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan besar di wilayahnya.
Ia mengatakan bahwa meskipun telah ada laporan dan pemeriksaan dari Inspektur Kementerian Dalam Negeri terkait kondisi tersebut, kebijakan yang diambil pada tahun 2024 masih belum signifikan dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.
“Kebijakan kita pada 2024 itu belum signifikan terhadap pengentasan terhadap stunting juga terhadap kemiskinan ekstrem. Sehingga harus kita lakukan saat ini di dalam kebijakan kebijakan ini harus tertuju kesana,” kata Bakri Hasan kepada aktualita.co.id, Jumat (07/02/24).
Di Kecamatan Sukamakmur cuma sedikit, kalo kemarin dari jumlah 400 yang terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinas Sosial sekitar 160-an,” tambahnya.
Bakri menambahkan bahwa upaya pemerintah tidak hanya berfokus pada bantuan sosial (bansos) dan BPJS saja, tetapi juga memberikan peluang usaha serta akses lapangan kerja untuk masyarakat yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.
“Kemiskinan ekstrem kita harus memberikan kemudahan kepada masyarakat terutama yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Seperti akses lapangan kerja, akses perusahaan, kemudian meringankan beban mereka,” ujarnya.
“Dan sekarang dengan adanya Bantuan Sosial (Bansos) dan BPJS dan lainnya itu juga sudah masuk meringankan beban. Memberikan luang untuk usaha agar kemiskinan di sukamakmur ini bisa lebih cepat teratasi,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H. Ansori Setiawan, menyatakan bahwa langkah konkret untuk menekan angka kemiskinan ekstrem terus dilakukan, salah satunya melalui program pelatihan keterampilan di tingkat kecamatan dan desa.
“Data soal kemiskinan ekstrem perlu terus diperhatikan. Dari sisi DPRD, kami mendorong anggaran untuk pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Salah satu upaya nyata yang telah dilakukan adalah pelatihan menjahit bagi 900 orang, yang kemudian langsung disalurkan ke berbagai perusahaan garmen di Jabodetabek,” terang H Ansori yang juga merupakan warga Kecamatan Sukamakmur.
Ia menegaskan bahwa pihak DPRD akan terus berupaya mendukung kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai langkah nyata untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Sukamakmur.
“Kami berupaya mendorong anggaran untuk pelatihan untuk umum kalo berbicara rakyat miskin kami berikhtiar berupaya meniadakan itu,” pungkasnya.
(rezza)









