Aktualita.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) tengah melakukan investigasi terkait kasus kematian seorang balita bernama Raya asal Sukabumi, yang sebelumnya viral karena ditemukan banyak cacing gelang di tubuhnya.
Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi menjelaskan pihaknya bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mendalami kasus ini, tidak hanya untuk mengetahui penyebab kematian, tetapi juga untuk mengevaluasi kualitas layanan kesehatan di tingkat Puskesmas.
“Saya sedang rapat daring dengan Kementerian Kesehatan. Kami sudah sepakat bahwa hasil investigasi resmi terkait penyebab kematian akan dikeluarkan langsung oleh Kementerian Kesehatan,” ujar Vini di Bandung, Minggu (24/08/25).
Menurut Vini, investigasi difokuskan pada audit layanan kesehatan dasar, mulai dari Puskesmas, Posyandu, hingga peran aparat desa dan kecamatan.
“Investigasi lebih difokuskan pada bagaimana pelayanan Puskesmas dilakukan. Misalnya, apakah Posyandu berjalan aktif seperti seharusnya, serta bagaimana respons aparat desa atau kecamatan ketika ada warga yang tidak memiliki KTP atau KK,” jelasnya.
Vini menambahkan, Pemprov Jabar langsung bergerak cepat setelah mendapat arahan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kedua orang tua Raya telah dijemput untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Kami bawa ke RS Jiwa Provinsi Jabar dan saat ini sudah dirujuk ke rumah sakit kelas A untuk monitoring lebih lanjut. Pemeriksaan ini penting, untuk memastikan apakah ada faktor penyakit menular yang berasal dari orang tua,” ujarnya.
Selain investigasi epidemiologi yang melibatkan Dinkes Kabupaten Sukabumi serta koordinasi dengan Bupati Sukabumi, pihak Dinkes Jabar juga menyiapkan langkah pencegahan jangka panjang.
“Besok kami akan mengadakan pelatihan peningkatan kompetensi bagi para dokter Puskesmas se-Jawa Barat, khususnya mengenai penanganan penyakit kecacingan,” tutur Vini.
Dalam pelatihan tersebut, Dinkes Jabar bekerja sama dengan para pakar, di antaranya Prof. Anggi dan Dr. Rudy dari RS Hasan Sadikin Bandung.
Vini menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Raya serta memohon maaf kepada masyarakat atas belum optimalnya pelayanan kesehatan di daerah.
“Atas nama Pemprov Jawa Barat, kami mengucapkan duka cita mendalam dan memohon maaf. Kami akui belum optimal. Namun kami terus berupaya agar kasus serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Raya, balita perempuan asal Sukabumi, meninggal dunia setelah kondisi tubuhnya dipenuhi cacing gelang. Kasus ini sempat viral dan menimbulkan keprihatinan publik terhadap pelayanan kesehatan di tingkat dasar.
(Rz)









