AKTUALITA.CO.ID – Untuk memastikan proses belajar mengajar (KBM) tetap berjalan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mengambil langkah cepat dengan menyediakan kelas darurat berbentuk tenda. Langkah itu diambil usai ambruknya empat ruang kelas di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan, KBM di tenda darurat tersebut akan mulai efektif digunakan pada Senin, 15 September 2025.
“KBM di kelas darurat (tenda) ini mulai diefektifkan pekan depan atau mulai 15 September 2025,” ungkap Abdul Mu’ti.
Sambil menunggu pembangunan kembali ruang kelas, KBM akan dijalankan dengan metode situasional, baik tatap muka terbatas maupun secara daring.
Selain itu, Kemendikdasmen juga memberikan bantuan kepada siswa dan guru yang terdampak insiden tersebut. Pemerintah pusat melalui Direktorat SMK mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk memperbaiki tiga ruang kelas yang rusak.
“Meski saya tidak bisa melihat langsung kondisi sekolah karena masih diblokir garis polisi, dipastikan ada intervensi perbaikan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Perbaikan ruang kelas tersebut akan direalisasikan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang pendidikan. Abdul Mu’ti menargetkan renovasi dapat rampung pada pertengahan Desember 2025.
“Biaya perbaikannya menggunakan anggaran 2025, sehingga harus selesai tahun ini juga. Sistemnya swakelola, jadi kepala sekolah yang menunjuk rekanan dan mengatur seluruh pelaksanaan renovasi,” ungkapnya.
Dengan adanya langkah cepat dari pemerintah pusat, diharapkan proses belajar mengajar di SMKN 1 Cileungsi dapat kembali normal tanpa mengganggu hak siswa untuk mendapatkan pendidikan.









