AKTUALITA.CO.ID – Sebanyak 24 siswa SDN Ciherang 1, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, yang sebelumnya diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini seluruhnya telah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Irman Gapur mengatakan, seluruh siswa yang sebelumnya menjalani perawatan akibat mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG tersebut telah dipulangkan.
“Alhamdulillah, sekarang yang dirawat sudah pulang semua,” ujar Irman kepada Aktualita.co.id, Jumat (14/8/2026).
Irman juga mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut telah keluar.
Namun, ia mengaku belum melihat secara keseluruhan hasil pemeriksaan tersebut secara lebih rinci.
“Hasil lab-nya sudah keluar, cuma nanti saya lihat dulu lebih detailnya,” kata Irman.
Menurutnya, berdasarkan gejala klinis yang dialami para siswa, dugaan sementara mengarah pada gangguan yang berkaitan dengan konsumsi makanan.
Meski demikian, pihaknya masih perlu melihat hasil pemeriksaan laboratorium secara lebih lengkap untuk memastikan penyebabnya.
“Kalau dari gejala klinis sih biasanya dari makanan, cuma nanti kita lihat lebih detailnya,” jelasnya.
Sementara itu, dapur MBG yang menyalurkan makanan kepada para siswa hingga kini masih ditutup dan belum diperbolehkan kembali mendistribusikan makanan.
Irman menegaskan, operasional dapur tersebut masih dihentikan sampai adanya persetujuan dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN).
“Untuk dapurnya sendiri sampai saat ini masih dilakukan penutupan untuk tidak mendistribusikan makanan terlebih dahulu sampai ada persetujuan dari pihak BGN,” terangnya.
Sebelumnya, sebanyak 24 siswa SDN Ciherang 1, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Makanan tersebut diketahui disalurkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciherang Dua, yang dikelola Yayasan Hidayah As-Salam.
Saat ini, seluruh siswa yang sempat mendapatkan perawatan telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu penelusuran lebih lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. (Retza)








