AKTUALITA.CO.ID – Lembaga kemanusiaan Indonesia CARE menggelar aksi peduli bagi warga terdampak banjir bandang di Dusun Wanasari, Kecamatan Denpasar Utara, Bali, pada 14–15 September 2025. Tim relawan menyalurkan bantuan berupa paket alat kebersihan yang merupakan amanah dari para donatur untuk membantu warga membersihkan rumah mereka dari lumpur pascabanjir.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin oleh relawan asal Yogyakarta Franky Pratama Arifin, bersama relawan lokal Azis. Mereka melakukan assessment di sejumlah titik terdampak, meliputi RT 01, RT 02, RT 03, RT 05, dan RT 07 Dusun Wanasari.
“Banjir bandang ini menjadi salah satu yang terparah di Bali. Banyak warga kehilangan harta benda, bahkan ada belasan korban jiwa. Di lapangan, kami melihat kebutuhan mendesak meliputi sembako, tempat tinggal, pakaian, dan alat kebersihan,” jelas Franky, Selasa (16/09/25).
Pada hari kedua, tim Indonesia CARE menyerahkan paket bantuan berisi ember, serok air, sikat kamar mandi, cairan pembersih, dan sabun pel kepada warga RT 01. Bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang rumahnya terdampak banjir.
Salah seorang penerima bantuan, Edi (50) mengaku sangat terbantu dengan adanya aksi ini. “Rumah kami penuh lumpur setelah banjir. Alat kebersihan ini sangat bermanfaat. Kami berterima kasih kepada Indonesia CARE yang sudah peduli, semoga semakin banyak pihak yang turut membantu,” ungkapnya dengan haru.
Franky menambahkan, bantuan yang diberikan mungkin tidak besar, namun diharapkan mampu meringankan beban warga. “Yang paling penting, masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Sebelumnya, banjir bandang melanda beberapa wilayah di Bali, termasuk Kota Denpasar, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur sejak awal September. Sungai-sungai meluap hingga merendam permukiman warga. Ratusan rumah terdampak, puluhan rusak berat, kendaraan hanyut, serta korban jiwa mencapai 18 orang dan ratusan lainnya luka-luka, berdasarkan data BNPB.
Warga menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurut temuan relawan Indonesia CARE, kondisi di lapangan masih minim perhatian. Tidak ada pengungsian resmi, sekolah tetap berjalan meski banyak siswa terdampak, dan distribusi bantuan pemerintah maupun swasta belum merata, terutama di wilayah sulit dijangkau.
“Bali memang dikenal dengan pariwisatanya, tetapi di balik itu ada masyarakat kecil yang kini sedang berjuang bangkit pasca banjir. Kami berharap pemerintah dan semua pihak bisa lebih serius memperhatikan kondisi warga terdampak,” tegas Franky.









