AKTUALITA.CO.ID – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang telah menyalurkan kompensasi bagi masyarakat terdampak penutupan tambang di wilayah Bogor Barat, khususnya di Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang.
Sastra mengatakan, langkah yang diambil oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan perhatian serius terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertambangan.
“Alhamdulillah Pak Gubernur sudah hadir dan telah membagikan kompensasi terhadap warga yang terdampak penutupan tambang di Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang. Kami ucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Pemprov Jabar yang sudah mengalokasikan bantuan tersebut,” ujar Sastra, Senin (03/11/25).
Lebih lanjut, Sastra berharap ke depan pemerintah dapat menemukan solusi terbaik terkait kelanjutan operasional tambang yang saat ini masih ditutup. Menurutnya, peluang pembukaan kembali tambang tetap terbuka sepanjang hasil kajian dari lembaga akademik seperti IPB dan ITB menunjukkan kondisi yang memungkinkan serta sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Tadi juga disampaikan bahwa ketika kajian dari IPB dan ITB sudah selesai, hasilnya akan diserahkan kepada Pemprov Jabar dan tinggal menunggu keputusan Pak Gubernur. Ada harapan ke depan tambang bisa beroperasi kembali dengan regulasi yang lebih baik dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Terkait dengan rencana pembangunan jalan tambang, Sastra mengungkapkan bahwa proyek tersebut belum dapat direalisasikan pada tahun 2026. Hal itu karena proses pembebasan lahan masih menunggu persetujuan anggaran dari DPRD Kabupaten Bogor.
“Pak Bupati tadi menyampaikan bahwa pengajuan anggaran pembebasan lahan sudah masuk ke DPRD. Jika lahan sudah bebas, mudah-mudahan tahun 2027 bisa direalisasikan melalui kolaborasi antara Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung meninjau penyaluran bantuan kompensasi bagi ribuan warga terdampak penutupan tambang di Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg.
Dedi menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengatasi dampak sosial dan ekonomi akibat penghentian aktivitas tambang.
“Apa yang sebelumnya saya janjikan kini mulai terealisasi. Untuk tahap pertama, warga menerima bantuan sebesar Rp3 juta karena dana yang tersedia baru sebagian dialokasikan dalam APBD 2025,” ujar Dedi.
Ia juga memastikan bahwa bantuan lanjutan akan disalurkan pada awal tahun depan. “Pada tahun 2026, bantuan kembali disalurkan untuk dua bulan berikutnya. Jadi totalnya Rp9 juta, dengan rincian Rp3 juta disalurkan sekarang dan tambahan Rp6 juta pada Januari mendatang,” jelasnya.









