AKTUALITA.CO.ID – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengajak Bantuan Komunikasi Masyarakat (Bakoma) Bogor Raya untuk memperkuat sinergi, dan kolaborasi dalam mendorong pembentukan karakter serta mental generasi muda Kota Bogor melalui sektor pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang putus sekolah.
Dedie Rachim menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor saat ini memiliki program Kembali ke Sekolah melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menyediakan pendidikan kesetaraan melalui Paket A, Paket B, dan Paket C.
“Kita membuat program kembali ke sekolah melalui PKBM dengan ijazah Paket A, B, dan C. Jadi Bakoma bisa membantu melakukan pendataan dan monitoring anak-anak putus sekolah untuk didaftarkan ke PKBM melalui kecamatan, yang nantinya disalurkan ke PKBM terdekat. Setidaknya kita targetkan agar anak putus sekolah bisa menamatkan pendidikan dan memiliki ijazah SMA,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk Bakoma Bogor Raya, dalam melakukan pendataan serta pengawasan terhadap anak-anak yang terputus dari bangku pendidikan.
Menurutnya, penyelesaian pendidikan hingga tingkat SMA menjadi langkah penting agar anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan yang layak di masa depan.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, program tersebut juga dinilai akan berkontribusi terhadap peningkatan rata-rata lama sekolah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor.
Ia juga menyoroti pentingnya penyebaran informasi terkait berbagai jalur pendidikan, termasuk peluang masuk sekolah kedinasan yang dinilai masih belum banyak dipahami masyarakat.
“Ini penting dan harus dikomunikasikan, karena masih banyak orang tua dan anak-anak yang belum paham. Sekolah kedinasan itu banyak dan ini menjadi tantangan kita. Koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait perlu dilakukan agar informasi ini tersampaikan kepada masyarakat Kota Bogor sehingga anak-anak Kota Bogor bisa masuk sekolah kedinasan,” pungkasnya.
(Retza)









